<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>My Head - My Mind</title>
	<atom:link href="http://alfredsinaga.web.id/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://alfredsinaga.web.id</link>
	<description>corat coret semata</description>
	<pubDate>Wed, 18 Aug 2010 13:40:34 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.2</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Obat Anti Ngantuk - Ngakaak yookkkk !!!</title>
		<link>http://alfredsinaga.web.id/?p=157</link>
		<comments>http://alfredsinaga.web.id/?p=157#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Aug 2010 13:40:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Daily Notes]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alfredsinaga.web.id/?p=157</guid>
		<description><![CDATA[Request Via Radio di Bulan Puasa
Seorang pendengar Radio ABCD sedang terlibat percakapan via telepon dengan sang penyiar sekitar jam 4 sore:
Pendengar : &#8220;Hallo radio ABCD?&#8221;
Penyiar : &#8220;Betul, dengan siapa niiiy?&#8221;
Pendengar : &#8220;Dengan Anggi.. Boleh request gak?&#8221;
Penyiar : &#8220;Boleh&#8230; Anggi mau request apa?&#8221;
Pendengar : &#8220;Tolong puterin Adzan Magrib dong!!&#8221;
Penyiar : &#8220;!!!!????&#8221;
 
 
Tidak Akan Menikah Lagi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><strong><span><a title="Request Via Radio di Bulan Puasa" href="http://ketawa.com/humor-lucu/det/6776/request_via_radio_di_bulan_puasa.html" target="_blank"><span lang="IT">Request Via Radio di Bulan Puasa</span></a></span></strong><span lang="IT"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IT">Seorang pendengar Radio ABCD sedang terlibat percakapan via telepon dengan sang penyiar sekitar jam 4 sore:<br />
Pendengar : &#8220;Hallo radio ABCD?&#8221;<br />
Penyiar : &#8220;Betul, dengan siapa niiiy?&#8221;<br />
Pendengar : &#8220;Dengan Anggi.. Boleh request gak?&#8221;<br />
Penyiar : &#8220;Boleh&#8230; Anggi mau request apa?&#8221;<br />
Pendengar : &#8220;Tolong puterin Adzan Magrib dong!!&#8221;<br />
Penyiar : &#8220;!!!!????&#8221;</span><span lang="IT"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IT"> </span><span lang="IT"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IT"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="SV">Tidak Akan Menikah Lagi Jika Salah Satu Meninggal</span></strong><span lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Seorang suami sedang berbincang-bincang dengan istrinya,<br />
Suami: &#8220;Jika aku meninggal, apakah kamu akan menikah lagi?&#8221;<br />
Istri: &#8220;Tentu saja tidak! Aku akan tinggal bersama adik perempuanku. Lalu bagaimana dengan kamu, apakah jika aku mati, kamu akan menikah lagi?&#8221;<br />
Suami: &#8220;Ya tidak lah, sama dengan kamu, aku juga akan tinggal bersama dengan adik perempuanmu.&#8221;</span><span lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span><span lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="SV">Pasien Selingkuh dengan Dokter Gigi</span></strong><span lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Seorang pasien wanita jatuh cinta dengan dokter giginya sampai mereka seakan tidak dapat dipisahkan lagi.<br />
Dokter : &#8220;Sayang, sudah saatnya kita mulai untuk tidak usah bertemu lagi, karena suatu saat kemungkinan hubungan kita akan terbongkar oleh suami kamu bila kita begini terus&#8230;&#8221;<br />
Pasien : &#8220;Tenang sayang, suamiku itu bodoh. Buktinya udah 6 bulan ini dia tidak pernah curiga kalau aku sering alasan pergi ke dokter gigi.&#8221;<br />
Dokter : &#8220;Iya sayang, tapi sekarang gigimu tinggal satu&#8230;&#8221;</span><span lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span><span lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="SV">Gagal Masuk Angkatan Laut</span></strong><span lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">Seorang calon taruna tentara angkatan laut kesal karena tidak lolos ujian masuk. Dia kemudian melakukan komplain kepada panitia seleksi. Ia merasa harus diterima sebagai taruna Angkatan Laut karena kecerdasan dan kondisi fisiknya yang kuat.<br />
&#8220;Pak, mengapa saya tidak bisa diterima disini?!!&#8221; Tanya calon taruna dengan muka cemberut.<br />
&#8220;Kamu tidak lolos ujian renang!!!&#8221; Kata ketua panitia dengan nada tinggi.<br />
Dengan nada yang sama kerasnya calon taruna itu menjawab,<br />
&#8220;Bapak jangan seperti itu dong, teman saya mendaftar jadi Taruna Angkatan Udara tetap diterima walau dia ngga bisa terbang. Cari alasan yang jelas dong Pak!!!&#8221; Bentak si calon taruna sambil ngeloyor pergi.</span><span lang="FI"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI"> </span><span lang="FI"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="FI">Kecewa dengan PLN tapi Salah Alamat</span></strong><span lang="FI"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Karena sudah sering terkena pemadaman listrik, Pak Bejo menelepon PLN, mau protes keras!<br />
Bejo: &#8220;Kenapa listrik mati-mati terus? Sudah merusak 1 radio dan 1 TV saya! Memangnya siapa yang mau ganti?&#8221;<br />
Petugas: &#8220;Maaf, Bapak salah sambung.&#8221;<br />
Bejo: &#8220;Bukan cuman TV, udah banyak lampu yang tidak mau nyala di rumah. Kulkas juga sudah hampir rusak. Kamu kira ada uang jatuh dari langit untuk membeli barang-barang itu?&#8221;<br />
Petugas: &#8220;Maaf, Bapak salah sambung. Ini bukan PLN, ini PELNI, Pak.&#8221;<br />
Pak Bejo kaget. Sudah teriak-teriak ternyata salah sambung. Tapi biar tidak malu, Pak Bejo ngeles.<br />
Bejo: &#8220;Iya saya tahu! PELNI juga sama saja! Kita beli tiket untuk berangkat pukul 2 sore, eh pukul 10 malam kapalnya baru berangkat!&#8221;</span><span lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span><span lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span>Tabir Hitam Mama Laurent</span></strong><span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Mama Laurent mengatakan bahwa dia tidak mampu lagi meramal setelah tahun 2012, penglihatan tertutup tabir hitam kelam gelap nan kotor.<span> </span><br />
Tapi Mama Laurent mengatakan bahwa akan ada peramal yang bisa membersihkan tabir hitam &amp; kotor itu, siapakah dia?<span> </span><br />
Dia adalah Mama Lemon, cairan pembersih yang ampuh menghilangkan noda-noda di piring, gelas, panci yg gosong!!</span><span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span>Alasan Prajurit Datang Terlambat</span></strong><span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Seorang Jenderal pergi keluar dan menemukan tidak ada satupun prajurit yang ada di tempat. </span><span lang="FI">Beberapa saat kemudian, ada seorang prajurit lari terengah-engah.</p>
<p>&#8220;Maaf, Pak! </span><span lang="SV">Saya bisa menjelaskan, anda tahu saya sedang apel ke rumah pacar dan terlambat. Saya mengejar bus tapi ketinggalan, saya naik gerobak sapi tapi patah, akhirnya saya menemukan peternakan dan meminjam kuda, namun kuda itu akhirnya meninggal di jalan, akhirnya saya lari 10 kilometer, dan sekarang saya sampai di sini.&#8221;</p>
<p>Sang Jenderal sangat skeptis dengan penjelasan itu, namun karena dia sudah tiba di situ, akshirnya dia mengijinkan sang prajurit masuk. Beberapa saat kemudian, ada delapan prajurit yang datang dengan keadaan yang sama, dan sang Jenderal menanyakan kenapa mereka terlambat.</p>
<p>&#8220;Maaf, Pak! Kami sedang apel ke rumah pacar dan terlambat. Kami mengejar bus tapi ketinggalan, kami naik gerobak sapi tapi patah, akhirnya kami menemukan peternakan dan meminjam kuda, namun kuda itu akhirnya meninggal di jalan, akhirnya kami lari 10 kilometer, dan sekarang kami sampai di sini.&#8221;</p>
<p>Sang Jenderal memandangi mereka, merasa sangat skeptis namun karena orang pertama diijinkan masuk, akhirnya mereka juga diijinkan masuk. Akhirnya, tentara ke-10 datang dengan nafas tersengal-sengal.</p>
<p>&#8220;Maaf, Pak! Saya sedang apel ke rumah pacar dan terlambat. Saya mengejar bus tapi ketinggalan, saya naik gerobak sapi&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;Coba saya tebak,&#8221; kata Jenderal, &#8220;gerobaknya rusak.&#8221;</p>
<p>&#8220;Tidak, Pak&#8230;&#8221; kata prajurit, &#8220;ada banyak kuda yang mati di jalan, sehingga memerlukan waktu lama untuk menyingkirkannya&#8230;&#8221;</span><span lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span><span lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span><span lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alfredsinaga.web.id/?feed=rss2&amp;p=157</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mengisi Kemerdekaan Dengan Kerja Keras</title>
		<link>http://alfredsinaga.web.id/?p=153</link>
		<comments>http://alfredsinaga.web.id/?p=153#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Aug 2010 02:57:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Daily Notes]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alfredsinaga.web.id/?p=153</guid>
		<description><![CDATA[Saat hari kemerdekaan Republik Indonesia diperingati, bocah Esta yang  kini baru duduk di bangku SMP kelas 1, sering bingung. Bocah tersebut  merasa bingung karena membaca slogan yang panjang, yang berisi kiprah  mengisi kemerdekaan. Lantas dengan cara apa saya harus mengisi  kemerdekaan ini ? kata Esta di dalam hati.
Di saat bocah itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><a href="http://alfredsinaga.web.id/wp-content/uploads/2010/08/bendera_indonesia1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-155" title="bendera_indonesia1" src="http://alfredsinaga.web.id/wp-content/uploads/2010/08/bendera_indonesia1-300x232.jpg" alt="" width="300" height="232" /></a>Saat hari kemerdekaan Republik Indonesia diperingati, bocah Esta yang  kini baru duduk di bangku SMP kelas 1, sering bingung. Bocah tersebut  merasa bingung karena membaca slogan yang panjang, yang berisi kiprah  mengisi kemerdekaan. Lantas dengan cara apa saya harus mengisi  kemerdekaan ini ? kata Esta di dalam hati.</p>
<p align="justify">Di saat bocah itu lagi kebingungan, di rumahnya kedatangan tamu, Eyang  Rusydi, kakeknya sendiri yang selama ini tinggal di kota lain. Bocah ini  lantas bertanya kepada kakek, tentang makna mengisi kemerdekaan. Dengan  sikap arif, kakeknya menjawab bahwa bagi bocah usia sekolah: belajar  tekun dengan sepenuh hati, itulah cara mengisi kemerdekaan. Sedangkan  bagi mereka yang sudah dewasa, bekerja membanting tulang dengan sepenuh  hati, itulah cara yang paling tepat untuk mengisi kemerdekaan.</p>
<p align="justify">Pembaca sekalian, seringkali makna mengisi kemerdekaan negara kita,  memang ditulis dalam slogan yang panjang dan sulit dipahami. Padahal  mengisi kemerdekaan, adalah hal yang amat sederhana tapi sekaligus  sangat vital. Jika kita seorang pelajar atau mahasiswa, maka belajar  secara maksimal agar meraih hasil terbaik, itulah bukti bahwa kita sudah  mengisi kemerdekaan. Jika suatu saat kita gagal berprestasi dalam  belajar, misalnya gagal naik kelas atau tidak lulus dalam ujian akhir,  kita tidak boleh berputus asa. Tidak naik kelas atau tidak lulus ujian,  hakikatnya bukan gagal tapi kita diminta lebih banyak belajar.</p>
<p align="justify">Bangkit dan belajarlah lebih keras lagi tanpa kenal putus asa, niscaya  kesuksesan akan diraih di masa mendatang. Orang cerdas, bukanlah mereka  yang tidak pernah gagal sama sekali dalam mencari ilmu. Orang cerdas  adalah mereka yang kendati pernah gagal, namun belajar lebih keras lagi,  sehingga mencapai prestasi terbaik. Sedangkan bagi mereka yang sudah  dewasa, bekerja keras tanpa kenal menyerah, itu bukti bahwa kita sudah  mengisi kemerdekaan. Apapun pekerjaan kita, mulai presiden direktur  hingga tukang cukur, asal itu dikerjakan dengan serius dan  sungguh-sungguh, berarti kita sudah mengisi kemerdekaan. Apapun yang  kita kerjakan, asal bermanfaat bagi diri dan keluarga kita, bermanfaat  bagi warga di sekitar kita, dan bermanfaat bagi perkembangan bangsa,  berarti kita sudah turut andil mengisi kemerdekaan.</p>
<p align="justify">Dirgahayu Republik Indonesia, mari kita isi kemerdekaan ini dengan kerja  keras dan pantang menyerah. Apapun profesi kita, cintailah profesi  tersebut dengan sepenuh hati. Jika kita cinta penuh pada profesi yang  sedang ditekuni, maka profesi tersebut juga akan mencintai kita dengan  memberi imbalan finansial yang maksimal. Jangan setengah-setengah dalam  menjalani profesi. Tidak ada kesuksesan dalam hidup, yang tidak ditempuh  dengan kerja keras. Tidak ada orang yang berhasil dalam hidup, jika  hanya berpangku tangan. Semua kesuksesan pasti diawali dengan kerja  keras dan kerja cerdas</p>
<p align="justify">Demikian pula pahlawan kita di masa lalu, saat memperjuangkan  kemerdekaan Republik Indonesia. Para pahlawan kerja keras tanpa kenal  lelah, bertekat baja tanpa kenal menyerah, sehingga akhirnya tercapailah  kemerdekaan RI yang dicita-citakan bersama. Tanpa kerja keras para  pahlawan, niscaya kemerdekaan hanya akan jadi angan-angan. Semangat  pantang menyerah para pahlawan inilah, yang perlu kita transfer ke jati  diri kita segenap bangsa Indoensia. “Merdeka berarti kerja keras untuk  mencapai sukses”.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alfredsinaga.web.id/?feed=rss2&amp;p=153</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>3 Mei 2010</title>
		<link>http://alfredsinaga.web.id/?p=149</link>
		<comments>http://alfredsinaga.web.id/?p=149#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 May 2010 17:08:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Daily Notes]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alfredsinaga.web.id/?p=149</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini, hari ke tiga di bulan Mei , tak terasa umurku sudah berkurang satu tahun. Bulan Mei memang selalu berkesan bagiku. Aku terlahir di bulan ini, dari rahim seorang wanita terbaik yang pernah ada. 
Hmm.. berbicara tentang hari lahir atau hari ulang tahun pasti selalu identik dengan pesta dan kado, namun bicara soal pesta, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span lang="FI"><a href="http://alfredsinaga.web.id/wp-content/uploads/2010/05/simpsons-birthday.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-150" title="simpsons-birthday" src="http://alfredsinaga.web.id/wp-content/uploads/2010/05/simpsons-birthday-300x244.jpg" alt="" width="300" height="244" /></a>Hari ini, hari ke tiga di bulan Mei , tak terasa umurku sudah berkurang satu tahun. Bulan Mei memang selalu berkesan bagiku. Aku terlahir di bulan ini, dari rahim seorang wanita terbaik yang pernah ada. </span></p>
<p><span lang="FI">Hmm..<span> </span>berbicara tentang hari lahir atau hari ulang tahun pasti selalu identik dengan pesta dan kado, namun bicara soal pesta, tahun ini kulewati hari ulang tahunku tanpa sebuah pesta. Namun ku tetap bersyukur karena aku tetap diberi ”nafas” oleh Allah hingga sejauh ini, tak terhitung berapa banyak berkat yang telah Ia limpahkan atasku.</span></p>
<p><span lang="FI"> </span></p>
<p><span lang="FI">Hari ulang tahun memang hari yang sangat istimewa. Hari di mana kita pertama kali kita melihat dunia. Hari di mana ibu kita berjuang antara hidup dan mati mempertaruhkan nyawanya demi melahirkan kita. Hari di mana ayah kita menunggu dengan cemas dan was-was, menantikan kedatangan kita ke dunia ini.</span></p>
<p><span lang="SV">Banyak orang merayakan hari ulang tahunnya dengan pesta-pesta besar dan meriah. Terhanyut dalam gemerlapnya pesta dan perayaan tanpa berpikir mengenai makna dari ulang tahun tersebut. Kalo kita coba renungkan, sebernarnya apa sih makna yang terkandung dalam hari ulang tahun itu?</span></p>
<p><strong><span lang="SV"> </span></strong></p>
<p><strong><span lang="SV">1. Bertambahnya pengalaman hidup.</span></strong><span lang="SV"></span></p>
<p><span lang="SV">Pastinya dengan semakin bertambahnya usia kita, semakin bertambah pula pengalaman hidup kita. Pengalaman yang akan menjadi modal yang berharga untuk kehidupan di masa depan.</span></p>
<p><strong><span lang="SV">2. Berkurangnya jatah hidup di dunia.</span></strong><span lang="SV"></span></p>
<p><span lang="SV">Setiap manusia memiliki jatah umur masing-masing yang telah ditetapkan oleh Yang Maha Kuasa. semakin bertambah usia kita, berarti semakin dekat kita dengan kematian.</span></p>
<p><strong><span lang="SV">3. Momen untuk bersyukur.</span></strong><span lang="SV"></span></p>
<p><span lang="SV">Ideal-nya sih setiap hari bahkan setiap saat kita bersyukur. Namun kadang kita sering lupa kepada-Nya. Oleh karena itu, jadikanlah hari lahir ini sebagai momen untuk bersyukur atas segala nikmat yang telah Dia berikan.</span></p>
<p><strong><span lang="SV">4. Momen untuk refleksi diri.</span></strong><span lang="SV"></span></p>
<p><span lang="SV">Yakni merenungi tantang semua yang telah kita perbuat di masa yang lalu dan berusaha untuk memperbaikinya di masa depan.</span></p>
<p><strong><span lang="FI">5. Momen untuk merefresh rencana perjalanan <span> </span>hidup.</span></strong><span lang="FI"></span></p>
<p><span>Yakni menata dan memantapkan kembali rencana hidup di masa depan, mempersiapkan diri dan memotivasi diri menjadi pribadi yang lebih baik.</span></p>
<p><span lang="SV"> </span></p>
<p><span lang="SV">Guys, waktu akan terus berjalan dan hari akan terus berganti. Masa lalu tak akan pernah kembali atau terulang lagi dalam hidup kita. Setiap manusia memiliki masa tersendiri dalam hidupnya. Masa kecil, masa bermain, masa sekolah, masa remaja, masa kuliah, masa berkeluarga, masa tua, dan lainnya. Jangan pernah sia-siakan waktumu. Gunakanlah waktu untuk hal-hal yang lebih berarti.</span></p>
<p><span lang="SV">Ingatlah masa depan tak hanya sampai kita tua kelak, sampai kita masuk ke liang lahat. Masa depan adalah juga kehidupan di alam akhirat selepas kita meninggalkan dunia yg ini. Kita perlu mempersiapkan diri menghadapi kehidupan kekal tersebut, di mana kita akan mempertanggungjawabkan apa yg telah kita lakukan di dunia ini.</span></p>
<p><span lang="SV">Bagi teman-teman yang telah, sedang, dan akan berulang tahun di bulan MEI ini,<strong><span>SELAMAT ULANG TAHUN, SEMOGA PANJANG UMUR, TUHAN MEMBERKATI</span></strong></span></p>
<p><strong><span lang="SV"> </span></strong></p>
<p><strong><em><span lang="SV">Coretan ini kudedikasikan kepada orang-orang special yang telah menjadi inspirasi semangat hidupku&#8230;Mom, Dad, Brother, Sister &amp; Hasian !!</span></em></strong><em><span lang="SV"></span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span lang="SV"> </span></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alfredsinaga.web.id/?feed=rss2&amp;p=149</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Raden Ajeng Kartini</title>
		<link>http://alfredsinaga.web.id/?p=146</link>
		<comments>http://alfredsinaga.web.id/?p=146#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Apr 2010 01:15:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Articles]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alfredsinaga.web.id/?p=146</guid>
		<description><![CDATA[Bisa dibilang, Kartini (Raden Adjeng Kartini) adalah feminis pertama di Indonesia, dengan pemikiran-pemikiran yang jauh melampaui zamannya. Kalau dunia saja mengaguminya, sebagai wanita Indonesia, rasanya rugi bila kita tidak pernah membaca surat-surat yang ditulis Kartini.
Masihkah Kenal Kartini?
Dalam sejarah, Raden Ajeng Kartini (1879-1904) diperkenalkan sebagai pahlawan nasional yang memperjuangkan kesetaraan bagi wanita bumiputera, melalui pemikirannya dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://alfredsinaga.web.id/wp-content/uploads/2010/04/kartini-sang-legenda1.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-147" title="kartini-sang-legenda1" src="http://alfredsinaga.web.id/wp-content/uploads/2010/04/kartini-sang-legenda1-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Bisa dibilang, <em>Kartini</em> (<em>Raden Adjeng Kartini</em>) adalah feminis pertama di Indonesia, dengan pemikiran-pemikiran yang jauh melampaui zamannya. Kalau dunia saja mengaguminya, sebagai <em>wanita Indonesia</em>, rasanya rugi bila kita tidak pernah membaca surat-surat yang ditulis Kartini.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Masihkah Kenal Kartini?</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong></strong>Dalam sejarah, Raden Ajeng Kartini (1879-1904) diperkenalkan sebagai pahlawan nasional yang memperjuangkan kesetaraan bagi wanita bumiputera, melalui pemikirannya dalam kumpulan surat berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang. Setelah lebih dari seratus tahun, berapa banyak yang kita kenal tentang Kartini?Paling banter, sewaktu kecil, tiap 21 April, kita berpawai dalam baju nasional, sambil menyanyikan lagi Ibu Kita Kartini.</p>
<p style="text-align: justify;">Jauh sebelum seorang gadis Yahudi, Anne Frank, menuliskan catatan hariannya selama dalam persembunyiannya di Belanda, saat Perang Dunia II (dibukukan dengan judul The Diary of Anne Frank), sesungguhnya Kartini telah lebih dulu melakukan hal yang sama. Dia mengungkapkan pemikirannya secara tertulis, dalam bentuk surat pribadi kepada Rosa Manuela Abendanon-Mandiri.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="text-decoration: underline;">Menulis</span><em>,</em> kegiatan intelektual itu saja sudah jauh melampau zamannya, apalagi bagi wanita Jawa yang hidup akhir abad ke-19. Belum lagi bagi kita menyimak buah-buah pemikirannya, yang sebagian ternyata masih aktua dengan persoalan wanita masa kini. Gaya penulisannya juga sistematis dan mengalir-aslinya dalam bahasa Belanda, sehingga enak dibaca, layaknya karya penulis profesional.</p>
<p style="text-align: justify;">Memahami Kartini tentunya kita jangan membayangkan konteks zaman sekarang, dengan berbagai gadget canggih, yang bisa menghubungkan kita dengan setiap sudut dunia. Saat Kartini menulis surat-suratnya ia hanya seorang gadis Jawa berusia 21 tahun, yang hidup sekitar 130 tahun lalu, di sebuah kota kecil di pesisir Jawa, saat Belanda menguasai bangsa ini. Dengan pemahaman akan zaman itu, kita pantas menyimpulkan bahwa Kartini adalah wanita jenius pada zamannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Hendaknya kita juga tidak sinis, hanya karena pada akhirnya Kartini menyerah pada tuntutan adat dan masyarakat patriarkat, yaitu menikah dengan pria yang telah beristri dan beranak. Karena, walaupun ia sendiri tak berhasil menggapai cita-citanya, Kartini telah berhasil membuat wanita Indonesia masa kini bias menanamkan cita-cita setinggi langit dan sekaligus meraihnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan, Kartini adalah milik kita, milik bangsa kita. Sebelum makin ditelan lupa, tak ada salahnya kita merenungkan dan mengapresiasi kembali pemikiran-pemikiran Kartini yang terangkum lewat surat-suratnya yang legendaris itu.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Tak Takut Mengkritik </strong></p>
<p style="text-align: justify;">“Panggil Aku Kartini”, itulah permintaan Raden Ajeng Kartini saat ia memulai korespodensinya dengan Stella Hartshalt. Ia tak mau namanya ditambahi embel-embel Raden Ajeng. Mungkin, itulah cara Kartini untuk menunjukkan bahwa ia ingin melepaskan beban</p>
<p style="text-align: justify;">feodalisme yang dipikulnya, sekaligus ingin menunjukkan bahwa ia adalah wanita merdeka yang bebas berpikir dan bertindak. Padahal, Raden Ajeng bukan gelar bangsawan Jawa biasa, melainkan gelar bangsawan tinggi. DI Eropa sekalipun, hingga saat itu masih banyak wanita berdarah bangsawan yang dengan bangga mencantumkan gelar Lady, Countess, dan sebagainya, pada nama mereka. Namun, bagi Kartini, gelar kebangsawanan justru memberi beban tersendiri. Setidaknya, ia hanya boleh menikah dengan pria yang sama-sama bangsawan tinggi. Dan, karena jumlah mereka tidak banyak, besar kemungkinan dia harus menikah dengan pria yang sudah beristri.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada beberapa pihak yang mengatakan bahwa Kartini terlalu memuja peradaban Barat. Mungkin karena di beberapa bagian suratnya, ia suka mengkritik adat dan tradisi bangsanya sendiri yang diaggapnya picik. Namun, sesungguhnya Kartini cukup objektif dalam menilai. Memang, ada beberapa hal dalam kebudayaan Barat yang dikaguminya, namun tak sedikit pula yang tak disukainya dan dikritiknya dengan lumayan pedas.</p>
<p style="text-align: justify;">“Orang Belanda sering menganggap orang Jawa adalah penipu ulung, sama sekali tak dapat dipercaya, dan sekali-sekali tidak mengenal terima kasih. Sungguh, kami tidak berharap bahwa dunia Eropah akan membuat kami lebih bahagia. Bahwa dengan kesungguhan hati kami mengira “Masyarakat Eropa adalah satu-satunya yang murni, yang unggul, dan tak terkalahkan”, masanya   telah lama lampau. (27 Oktober 1902). Misalnya, ia berkali-kali menyaksikan adegan yang ‘meluhurkan budi’, yang dilakukan orang Eropa. Salah satunya, seorang pria Eropa dengan kasar memisahkan dua gadis Eropa yang sedang asyik bercakap-cakap, berpegangan tangan dan saling bersandaran. “Perempuan jahat!” bentak pria Eropa tersebut. Padahal, Kartini mendengar sendiri bahwa isi percakapan kedua wanita itu murni percakapan dua sahabat karib.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah menikah dengan Bupati Rembang, Kartini sering mendengar orang-orang Belanda mengejek kaum pribumi yang senang mengisap candu. Namun, ketika sang suami hendak menghentikan perdagangan candu, ia justru ditentang oelh seorang</p>
<p style="text-align: justify;">anggota Dewan Hindia Belanda. “Bupati terlalu terburu-buru. Jangan lupa, Gubernemen masih sangat membutuhkan uangnya.” “Lihatlah! Jadi bukan bangsa Bumiputera, melainkan Gubernemen sendiri yang tidak dapat melepaskan candu itu”, Kartini mengkritik kemunafikan tersebut. Dalam suratnya yang lain, Kartini melontarkan kemarahannya saat Gubernemen akan menerapkan pajak kepada rakyat miskin. Pupuk kalelawar yang dimiliki orang kecil untuk memberi pupuk ladangnya, akan dirampas pula.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Wanita (Pribumi) Harus Terdidik</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sebelumnya, tak ada yang pernah menanyakan kepadanya, “Kalau besar, nanti, kau ingin jadi apa?” Waktu itu, Kartini duduk di tahun akhir sekolahnya di ELS. Jelas itu bukan pertanyaan yang umum bagi anak perempuan Jawa dari generasinya. Karena itu, Kartini tersentak saat Lesty- teman sekelasnya, anak Belanda mengatakan bahwa ia ingin melanjutkan sekolah ke Belanda, untuk kemudian menjadi guru. “Kamu sendiri, kelak ingin jadi apa?” (bagian ini ditulis dengan gaya orang ketiga. Kartini menyebut dirinya ‘gadis kecil Jawa itu’).</p>
<p style="text-align: justify;">” Harus jadi apakah gadis-gadis? Yah, jadi <em>Raden Ayu</em>, tentu saja!” ujar kakak lelakinya. (Catatan: Setelah menikah, gelar Raden Ajeng berubah menjadi Raden Ayu. Tentunya bila ia menikah dengan pria yang juga bangsawan tinggi). Ia lantas memohon kepada ayahnya untuk diizinkan bersama anak laki-laki bersekolah di Semarang.. tapi, perlahan-lahan tapi pasti, keluar dari mulut sang Ayah, “Tidak!” Namun, penolakan itu justru makin membakar jiwa Kartini. Bahkan, dengan berani ia pernah meminta bantuan kepada Nyonya Abendanon untuk mencarikan  beasiswasa dari pemerintahan agar ia bisa melanjutkan pelajaran ke sekolah guru di Belanda. Ia bercita-cita mendirikan sekolah untuk anak perempuan, khususnya anak perempuna bumiputra, yang selama itu tak pernah diizinkan mengenal kemajuan. Karena, menurutnya, pendidikan bagi kaum wanita sangatlah penting. Ia yakin, wanita yang terdidik kelak juga akan mendidik anak-anak (perempuan)-nya dengan lebih maju. “Perempuan sebagai pendukung Peradaban! Bukannya karena perempuan yang  dipandang cocok untuk tugas itu… tapi (karena dari) perempuanlah dapat  dipancarkan pengaruh besar, yang berakibat sangat jauh, baik yang bermanfaat  maupun yang merugikan…. Dari perempuan, manusia menerima pendidikannya  yang pertama-tama, di pangkuannya anak belajar merasa, berpikir, berbicara…  Dan bagaimana ibu-ibu bumiputera itu dapat mendidik anak-anak mereka kalau mereka sendiri tidak terdidik?” (31 Januari 1901).</p>
<p style="text-align: justify;">Kartini berpendapat, untuk menjadi pengajar, ia terlebih dahulu harus melanjutkan pendidikan ke sekolah guru di Semarang. Untuk itu, ia rela tinggal di biara atau mondok di rumah keluarga Belanda. Roekmini dan Kardinah pun jadi ikut terbakar semangatnya, dengan mengatakan ingin bersekolah bidan ke semarang (meskipun akhirnya Kardinah menyerah dan bersedia dinikahkan dengan Bupati Tegal yang sudah punya istri. Kardinah menikah lebih dulu, melangkahi kedua kakak perempuannya).</p>
<p style="text-align: justify;">Pada dasarnya, ayahnya menyetujui keinginan ketiga gadisnya itu, namun keluarga besarnya menolak keras. Alasannya kalau gadis-gadis itu dibiarkan terlalu bebas, tak ada pria bangsawan yang mau mengambil mereka sebagai istri. Berbagi cara dilakukan keluarganya untuk mencegah Kartini sekolah ke Semarang. Termasuk dengan ‘cara halus’, yaitu dengan ‘mencuri’ kebaya bekas pakai milik Kartini yang belum dicuci untuk dibawa ke dukun. Namun, Kartini malah menganggap hal itu sebagai lelucon yang lucu sekaligus menyebalkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Oleh ibu tirinya, Kartini bahkan dianggap gadis aneh, sekaligus kambing hitam dalam keluarga. Tapi, kemudian sang ibu tiri tak bisa berbuat banyak, karena ternyata Roekmini (anak kandungnya) juga tak kalah ‘gila’. Dan sekarang, Ibunda tak dapat menyerang saya (lagi) mengenai kecendrungan liberal saya. Roekmini sama ‘gilanya’ dengan saya, tulis Kartini. Karena terus ditentang, Kartini makin nekat. Kepada Nyonya Abendanon, ia minta tolong agar dicari beasiswa dari pemerintah Belanda untuk bersekolah ke negeri Belanda. Bukan hanya itu, ia juga mengirim surat ke sejumlah pejabat Belanda untuk maksud yang sama.</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya, keinginan Kartini untuk bersekolah ke Belanda meledak menjadi polemik yang bersifat politis. Sejumlah gerakan feminis di negeri Belanda ramai-ramai menuntut pemerintah Hindi Belanda agar Kartini dan Roekmini secepatnya diizinkan dan diberi beasiswa ke Belanda. Di sisi lain, pemerintah bersikap maju-mundur. Artikel tentang Kartini pernah dimuat oleh Nellie Van KOl, seorang penulis Belanda yang tinggal di Betawi, di De Echo, sebuah surat kabar yang terbit di Hindia Belada. Tulisan itu kemudian banyak dikutip di mana-mana, termasuk di media-media Belanda. Kartini bukannya tak menyadari bahwa dirinya dijadikan bahan politisasi berbagai pihak. Namun, tampaknya ia sudah kepalang basah. Ini ‘iklan’ yang sangat bagus bagi majalah mereka, tulis Kartini dengan pahit.</p>
<p style="text-align: justify;">” Majalah De Hollandase Lelie (sebuah majalah wanita yang terbit di Belanda) menyediakan ruangannya untuk saya dan direktrisnya berulang kali minta supaya boleh memuatkan surat-surat saya. Untuk apa? Untuk iklan! Surat-surat seorang gadis dari Timur, seorang gadis Jawa sejati, buah pikiran orang yang setengah biadab, dan ditulis dalam bahasa Eropah oleh dia (Kartini)    sendiri, aduhai, alangkah menariknya! Dan kalau kelak cita-cita kami kandas dan kami hancur, hal itu tak kalah menariknya”. (27 Oktober 1902)</p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu yang menentang keinginan Kartini adalah mantan Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Jenderal Van Der Wijk. Alasanya karena.. “Nona-nona tidak boleh bergantung pada amal yang tidak sesuai dengan kedudukan nona-nona sebagai puteri Bupati.”</p>
<p style="text-align: justify;">Namun, Kartini tidak peduli. Kebanyakan orang tak berani mengambil resiko sedikit pun, tulisnya. Bahkan, lanjutnya, kalau perlu ia akan menulis surat kepada Gubernur Jenderal, Menteri, atau bahkan langsung kepada Sri Ratu (Belanda)! Tak sedikit pejabat Hindia Belanda yang mengejeknya. Salah satunya Residen</p>
<p style="text-align: justify;">Semarang (orang Belanda) yang bahkan terang-terangan menyebutnya ‘gila’. “Hati-hati, jangang sampai orang lain mendengar. (Kalau sampai mereka mendengar) nanti tidak ada yang mau meminang kamu. Kan sayang kalau kalian berdua (Kartini dan Roekmini) tidak kawin, kalian cantik sekali.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Katakan Tidak Untuk Poligami</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Untuk bisa menjabat sebagai bupati, sesuai undang-undang yang ditetapkan pemerintah Hindia Belada, Sosroningrat yang saat itu sudah memiliki 2 anak dari Ngasirah diwajibkan memiliki istri yang berasal dari golongan tinggi. Karena itu, Sosroningrat lantas menikah (lagi) dengan R.A. Moerjam, seorang putri bangsawan tinggi dari Madura. Dalam surat-suratnya, Kartini menyebut ibu kandungnya ‘Ibu’, sedangkan ibu tirinya ‘Ibunda’. Ironisnya, justru Moerjam-lah yang kemudian menjadi pendamping utama Sosroningrat dalam acara-acara formal, termasuk bertindak sebagai ‘ibu’ bagi anak-anak Ngasirah di hadapan publik. Sementara, posisi Ngasirah tak lebih dari seorang pesuruh, yang wajib merawat anak-anak dari madunya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kartini dari saudara-saudara sekandungnya bahkan tak diizinkan menjalin hubungan mesra layaknya ibu-anak dengan Ngasirah. Karena, Kartini dan saudara-saudaranya dianggap berderajat lebih tinggi daripada Ngasirah, ibu kandung mereka sendiri. Kalau mereka sedang berkumpul dirumah, sementara Ibunda duduk di sofa, ibu hanya boleh duduk dibawah (lantai).</p>
<p style="text-align: justify;">Itu sebabnya, Kartini kasihan melihat penderitaan ibunya, yang tetap harus hidup serumah dengan madunya dan memendam ketidakbahagiaannya sendiri. “Saya menyaksikan sendiri penderitaan itu dan menderita sendiri karena penderitaan ibu saya. Dan.. karena saya anaknya, tulis Kartini. Bahwa apa yang ditugaskan kepada beliau (Ibunda) luar biasa: (harus) membesarkan anak-anak tiri dan anak-anak kandung beliau sendiri, sementara beliau harus mengizinkan ibu saya selalu ada di sampingnya. Meskipun bagi ibunda, Ibu tidak lebih dari seorang pesuruh. Kasihan Ibu, kasihan ibunda..Dulu dan sekarang mereka (perempuan pribumi) tidak tahu apa-apa. (21 Desember 1900).</p>
<p style="text-align: justify;">Bukan hanya poligami, Kartini juga prihatin melihat wanita-wanita bumiputra yang sudah dikawinkan dalam usia sangat muda. Termasuk dikalangan priayi dan bangsawan. Dalam salah satu suratnya, Kartini mengungkapkan rasa prihatinnya melihat salah seorang putri bupati teman ayahnya, sudah harus menikah diusia 11 tahun, dan menjadi ibu di usia 12 tahun. Tak heran bila bayinya meninggal. Kawin semua itu (karena) banyak yang jatuh cinta, (sepertinya) patut orang  berbangga! tulis Kartini, dengan nada pahit. Ia sendiri, sampai berusia 24 tahun, belum mau menikah. Bahkan, dalam beberapa suratnya ia menyatakan tidak ingin menikah seumur hidup, karena tak ingin kebebasannya terbelenggu!</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Perbedaan Itu Indah</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Jauh sebelum orang-orang zaman sekarang menggaungkan tentang hidup damai di tengah perbedaan, Kartini sudah mencetuskannya dalam surat-suratnya kepada Nyonya Abandanon.</p>
<p style="text-align: justify;">“Kami sering sekali bersahabat dengan berbagai bangsa. Hanya dengan (orang) cina kami tidak boleh berhubungan. Itu kehendak Ayah, dan saya sedih sekali (karenanya). Sebab juga bangsa itu ingin saya kenal dengan pandangan murni. Apa yang kami ketahui tentang orang-orang (Cina) yang sering dipandang buruk itu? Kami tidak dapat dan tidak mau menerima bahwa tidak ada sesuatu yang</p>
<p style="text-align: justify;">bagus, luhur dan mulia ditemukan di antara bangsa itu. Tidak, kami tidak setuju dengan penghinaan umum terhadap kaum Cina”. (14 Desember 1902).</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagi muslim, ia sangat menghargai agama-agama lain. Namun, kadangkala kekagumannya terhadap orang-orang dari agama tertentu, ditafsirkan degan cara berbeda, Misalnya, ketika ia mengungkapkan bahwa ia sangat mengagumi para misionaris (khususnya para biarawati Katolik), ia dianggap ingin masuk Kristen. Padahal, ia mengagumi karena mereka memiliki jiwa luhur yang rela meninggalkan kenikmatan duniawi untuk mencurahkan hidup mereka kepada perbuatan amal di negeri asing. Dalam satu suratnya, Kartini bercerita, ketika ia mengungkapkan keinginannya untuk mencoba kehidupan para misionaris itu selama beberapa waktu, sejumlah kenalan Belanda-nya berkomentar. “Oh, kamu pasti (ingin) jadi Kristen. Untuk kami, ini akan menjadi baik.</p>
<p style="text-align: justify;">Celaka kamu kalau kamu menjadi fanatik Islam dan kamu mulai mengkhotbahkan perang agama…”</p>
<p style="text-align: justify;">(Hal-hal) seperti inilah yang membuat kami demikian lama membelakangi agama…karena kami banyak sekali melihat peristiwa yang menunjukkan ketiadaan kasih sayang yang dilakukan orang-orang dengan kedok agama. Lambat laun, barulah kami tahu, bukan agama yang tiada kasih sayang, melainkan  manusia jugalah yang membuat buruk segala sesuatu yang semula bagus dan suci itu. Sepanjang hemat kami, agama yang paling indah dan paling suci adalah kasih sayang. Dan, untuk dapat hidup menurut perintah luhur ini, haruslah seseorang menjadi kristen? Orang Buddha, Brahma, Yahudi, Islam, bahkan kafir pun dapat juga hidup dengan kasih sayang yang murni. (14 Desember 1902)</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Menyerah Bukan Berarti Kalah</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Memasuki usia 24 tahun, Kartini menyadari bahwa usahanya untuk bersekolah lagi, baik di Semarang maupun di Belanda, tak  akan pernah terlaksana. Padahal, ia sudah mengikuti kursus privat bahasa inggris dan bahasa Prancis. Desakan dan tantangan keluarga yang kuat agar ia segera menikah, membuat mentalnya kelelahan. Ia sedang menunggu jawaban dari pemerintah Belanda mengenai izin beasiswanya ke Belanda, ketika ayahnya menerima pinangan Bupati Rembang, R.M.A.A. Djojo Adiningrat.</p>
<p style="text-align: justify;">Sehubungan dengan pernikahan itu, kepada Nyonya Abendanon, Sosroningrat, ayah-anda Kartini, menulis surat berikut:</p>
<p style="text-align: justify;">“Saya tidak berkeberatan sama sekali bahwa dua perempuan kami melanjutkan pelajaran agar kelak membuka sekolah bagi anak-anak perempuan bumiputera. Tetapi, apabila mereka mungkin bertemu dengan seorang yang patut bagi mereka, saya (lebih) suka melihat mereka kawin. (14 September 1903)”. Ironisnya, sang bupati sudah punya tujuh anak, dan masih memiliki dua istri. Istri pertamanya, seorang Raden Ayu, telah meninggal dunia, sementara dua istrinya bukan dari kalangan bangsawan. Karena itu, ia ingin menikahi Kartini, untuk menggantikan posisi istri pertamanya. Keputusan sang ayah membuat Kartini menyerah, meski dengan hati hancur.</p>
<p style="text-align: justify;">“Saya (kini) adalah tunangan Bupati Rembang, seorang duda dengan 7 anak dan dua istri (selir)… Mahkota saya sudah lenyap dari dahi saya. Sekarang saya tidak lebih sedikit pun dari sisanya. Saya seperti ribuan (perempuan) lainnya yang hendak saya tolong, tetapi yang (ternyata) jumlahnya hanya saya tambah saja… Aduhai Tuhan saya, belas kasihanilah saya. Berilah saya kekuatan untuk menanggung penderitaan saya. (10 Juli &amp; 14 Juli 1903). Namun, di tengah keputusasaanya, Kartini tak mau menyerah begitu saja. Ber-</p>
<p style="text-align: justify;">untung sang Bupati Rembang termasuk pria pribumi yang berpikiran maju, cerdas, dan idealis, karena pernah bersekolah di Leiden. Kartini mengajukan syarat agar ia tetap bisa mewujudkan cita-citanya, yaitu mendirikan sekolah untuk anak-anak perempuan pribumi di Rembang. Bahkan, ia meminta agar anak-anak tirinya yang perempuan menjadi murid-murid pertamanya. Sang bupati menyetujuinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kartini menikah dengan R.A.A.A Djojo Adiningrat pada 8 November 1903, dan otomatis namanya menjadi Raden Ayu Djojo Adiningrat. Dalam suratnya kepada Nyonya Abendanon, Roekmini menceritakan bahwa dalam upacara perkawinan adat jawa yang dijalani kakaknya, Kartini menolak mencium kaki suaminya, seperti yang selalu dilakukan pengantin wanita. Kartini tak mau membungkukkan badan untuk menyembah sang suami saat upacara panggih (kedua pengantin dipertemukan). Sang suami sempat terperanjat, namun dengan bijaksana ia menjulurkan kedua tangannya untuk meraih tangan Kartini, kemudian keduanya berjalan berdampingan. Sikap suaminya yang progresif dan berjiwa besar itulah yang pelan-pelan membuat Kartini mampu berdamai dengan dirinya sendiri. Bahkan, ia akhirnya bisa menghormati sang suami. Dalam surat-suratnya kepada Nyonya Abendanon setelah ia menikah, Kartini berjanji tidak akan membiarkan nasibnya dan nasib adik-adik perempuannya dulu terulang pada anak-anak suaminya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Kemerdekaan perempuan (bumiputera) akan merupakan buah (dari) penderitaan dan kesedihan kami. Anak-anak perempuan Bupati Rembang barangkali akan menjadi perempuan-perempuan merdeka, karena mereka memiliki ibu (tiri) dan pendidik seorang perempuan yang berpikir luas.” (1 Agustus 1903). Saat Kartini tengah menanti kelahiran anak pertamanya, ia menulis bahwa ia sudah menyiapkan sudut untuk si bayi, tempatnya tidur saat ia mengajar. “Sekaran ada sesuatu ala Hilda Van Suylenburg (seorang tokoh feminis di Belanda): seorang ibu yang pergi bekerja dengan bayi yang masih menyusu.” (6 Agustus 1904)</p>
<p style="text-align: justify;">Surat pertama Kartini kepada Rosa Abendanon bertanggal 13 Agustus 1900, tak lama setelah pertemuan pertamanya dengan suami isteri Abendanon. Surat terakhir tertanggal 7 September 1904. Sepuluh hari kemudian, Kartini meninggal dunia di usia 25 tahun, akibat kejang perut (yang saat itu belum diketahui penyebabnya), empat hari sesudah melahirkan anak pertamanya. Bayi lelakinya selamat dan kemudian diberi nama Raden Mas Singgih (Soesalit).</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Kartini Yang Memberontak</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Lahir 21 April 1879 di Jepara, Kartini adalah anak keempat dari R.M.A.A. Sosroningrat, seorang wedana di Mayong sebuah kawedanan tak jauh dari Jepara yang kemudian diangkat menjadi Bupati Jepara dengan istri pertamanya, Mas Ayu Ningsirah. Dari istri kedua ayahnya R.A. Moerjam, Kartini memiliki seorang kakak dan dua orang adik. Jadi, total ia punya 10 saudara kandung dan tiri. Kartini, Surat-Surat Kepada Ny. R.M. Abendanon-Mandiri dan Suaminya, dianggap yang paling lengkap memuat surat-surat Kartini. Buku ini merupakan proyek kerja sama antara Perwakilan Koninklijk Instituut voor Taal-, Land-en Volkenkunde, Leiden, Belanda, dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, terbitan Djambatan, 1987. Mengutip Sulastin Sutrisno, guru besar sejarah dari Universitas Gadjah Mada (yang menjadi penerjemah dan penulis kata pengantar buku itu), kekecewaan dan kepedulian Kartini terhadap nasib wanita (bumiputera) bermula dari kondisi keluarganya sendiri. Betapa ia menyaksikan sendiri dan ikut merasakan pederitaan yang harus ditanggung ibu kandung dan ibu tirinya akibat poligami yang dilakukan ayahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai puteri bupati, Kartini berhak bersekolah di ELS (Europesche Lagere School, setingkat SD) yang dikhususkan untuk anak-anak Belanda serta anak-anak pejabat tinggi pribumi di Jepara. Tak heran bila ia fasih berbahasa Belanda, akrab bergaul dengan anak-anak Belada, dan tahu tata krama Barat. Seperti beberapa teman Belanda-nya di ELS, Kartini juga memendam cita-cita menjadi guru, karena ingin memajukan kaum wanita pribumi. Bahkan, ia bertekad melanjutkan sekolah ke Belanda. Sayang, mengikuti tradisi zaman itu, di saat usianya 12 tahun, setamat ELS, ia harus meninggalkan sekolah selamanya. Ia mulai dipingit di rumah, sambil menunggu datangnya pinangan dari pria yang biasanya tak pernah dikenal sebelumnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada saat dipingit itulah Kartini banyak membaca buku dan majalah, khususnya yang berbahasa Belanda, yang disediakan oleh sang ayah. Sebetulnya, ayahandanya yang sangat dicintai Kartini termasuk pria pribumi yang progresif dan berpikiran maju. Ia tak keberatan melayani sikap kritis Kartini. Menurut Kartini, kalau saja sang ayah punya keberanian untuk mendobrak tradisi, mungkin saja ia diizinkan ke Belanda untuk melanjutkan sekolah. Pada masa pingitan ini pula Kartini memulai korenspodensi dengan beberapa wanita Belanda, baik yang ada di Hindia Belanda (Indonesia) maupun di negeri Belanda. Salah satu sahabat penanya bernama Stella Hartshalt, seorang anggota militan gerakan feminis di Belanda, yang dikenalnya lewat program sahabat pena di De Hollandse Lelie, sebuah majalah wanita yang waktu itu sangat terkenal di Belanda. Kemungkinan berkenalan dengan ide-ide tentang feminisme. Namun, tampaknya hati Kartini merasa paling dekat dengan Rosa Abendanon. Rosa adalah istri J.H. Abendanon, pejabat Belanda yang dikirim ke Hindia Belanda untuk melaksanakan kebijakan politik etis, dan kemudian diangkat menjadi Direktur Pengajaran, Ibadah, dan Kerajinan Hidia Belanda. Keluarga Abendanon tinggal di Betawi, tepatnya di daerah Kebon Sirih.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat berkunjung ke Jepara, suami-istri Abendanon mampir ke rumah keluarga Sosroningrat dan bertemu dengan Kartini dan adik-adiknya. Rupanya, pertemuan ini meninggalkan kesan yang sangat mendalam bagi Kartini dan kedua adik perempuannya, Roekmini (adik tiri) dan Kardinah (adik kandung). Dari kalimat-kalimat di suratnya, terasa betapa Rosa Abendanon telah memberi pengaruh besar terhadap pemikiran Kartini. Kepada Nyonya Abendanon-lah Kartini dan sesekali juga adik-adiknya menumpahkan semua pemikiran, cita-cita, juga isi hatinya (termasuk penderitaannya) lewat beratus lembar surat yang ditulis dengan tangannya sendiri. Saking sayangnya, Kartini kerap menyapa Rosa dengan sebutan “Ibuku Tercinta” atau “Kekasihku Tersayang”.</p>
<p style="text-align: justify;">Setidaknya, ada sekitar 150 surat yang pernah dikirim Kartini dan kedua adiknya kepada Rosa Abendanon. Dari jumlah itu, Kartini menulis sekitar 95 surat. Isinya ada yang pendek, ada yang berpuluh lembar sekali kirim. Tata bahasa Belanda-nya yang bagus, membuat beberapa pihak sempat meragukan bahwa surat-surat itu bukan ditulis oleh Kartini sendiri. Namun, seiring perjalanan waktu dan berbagai investigasi, terbukti bahwa surat-surat tersebut memang asli ditulis oleh Kartini. Seperti juga The Diary of Anne Frank, surat-surat Kartini ditulis layaknya kepada seorang sahabat, yang sangat dihormatinya. Isinya lebih tepat disebut curahan hati, terkadang riang, di saat lain sangat emosional. Kadang-kadang ia menceritakan kejadian sehari-hari, tetapi tak jarang meletup buah pikiran dan cita-citanya yang terhitung sangat progresif untuk zamannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tak jarang, ia mendiskusikan buku-buku yang telah dibacanya, atau berita-berita yang baru didapatnya dari koran. Ayahnya memang berlangganan koran, yang dikirim setiap hari ke rumahnya. Dari situ diketahui bahwa di dalam ‘gua’ pingitannya, Kartini membaca banyak sekali buku yang menarik. Surat-surat tersebut kemudian dikumpulkan dan diterbitkan oleh J.H.Abendanon, suami Rosa, dalam bahasa Belanda. Cetakan pertama diterbitkan ’s-Gravenhage, Van Dorp (1911, semarang-Surabaya) dengan judul Door Duisternis Tot Licht (<em>Habis Gelap Terbitlah Terang</em>).</p>
<p style="text-align: justify;">Namun, karena hanya isinya sangat penting dan fenomenal, khususnya bagi perjuangan wanita bumiputera di Hindia Belanda, surat-surat itu kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, bahasa daerah (Sunda, Jawa), serta sejumlah bahasa asing. <span style="text-decoration: underline;">Kumpulan surat-surat Kartini</span>, antara lain diterjemahkan ke bahasa:</p>
<ul style="text-align: justify;" type="disc">
<li>Inggris [Letters of a Javanese Princess (1920), diterjemahkan oleh A.L Symemrs. Dengan judul yang sama disunting dan diterjemahkan ulang oleh H.Greetz (New York ,1964)]</li>
<li>Jepang [  Hi      Kariwa ankoku wo koete; Kartini no tegami (1955), oleh Hayasaka Shiro.]</li>
<li>Prancis [Lettres de Raden Adjeng Kartini; Jave en      1900, oleh I.Ch.Damais (1960, La       Haye, Mouton, Paris)]</li>
<li>Lebanon [Alhajat Alkadimat Wairuh Alhadissja; Bikalam Raden Adidjin Kartini (1926, Beirut)- penerjemah tak diketahui]</li>
<li>Sunda [Ti Noe Poek ka Noe Tja'ang: Seseratan Raden      Adjeng Kartini (1930, Balai Pustaka) oleh R. Satjadibrata]</li>
<li>Jawa [Mboekak Pepeteng;  Isi Pethikan Saking Serat-Seratipoen Raden Adjeng Kartini (1983, Surabaya), oleh R. Sasrasoegonda]</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><span style="text-decoration: underline;">Puluhan buku tentang Kartini </span>mulai dari biografi, esai, semi-fiksi, hingga roman juga telah diterbitkan, sebagian karya penulis dan sejarawan terkenal dalam dan luar negeri. Antara lain:</p>
<ul style="text-align: justify;" type="disc">
<li>Panggil Aku Kartini Saja  (Pramoedya Ananta Toer, 1962)</li>
<li>Kartini; Een Baanbreekster voor Haar Volk (M.C. Van      Zeggelen, 1945, roman)</li>
<li>Kartini, Sebuah Biografi  (Sitisoemandari Soeroto, 1977)</li>
<li>Essai de Bibligraphie sur la Question de Feministe en      Indonesie (C.Salmon, 1977)</li>
</ul>
<p><em>Sumber : Bonus Femina No.XXXVII.18-24 April 2009</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alfredsinaga.web.id/?feed=rss2&amp;p=146</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Memori Derita Kristus</title>
		<link>http://alfredsinaga.web.id/?p=141</link>
		<comments>http://alfredsinaga.web.id/?p=141#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 31 Mar 2010 13:43:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Articles]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alfredsinaga.web.id/?p=141</guid>
		<description><![CDATA[&#8230;. Demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh mereka.&#8221; (Mat 17:12)
Kalau saja kita berdiri menatap secara langsung detik-detik penderitaan Yesus dalam perjalanan menuju Salib mungkin saja beberapa wanita  diantara kita yang sentimentil akan jatuh pingsan menyaksikan kejamnya tentara Roma saat  mencambuk, menendang, meludahi dan menyiksa dengan keji  tubuh Sang Anak Manusia!
      Di sekujur tubuh Yesus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://alfredsinaga.web.id/wp-content/uploads/2010/03/jesus-disalib-untuk-kita3.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-142" src="http://alfredsinaga.web.id/wp-content/uploads/2010/03/jesus-disalib-untuk-kita3-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>&#8230;. Demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh mereka.&#8221; (Mat 17:12)</p>
<p>Kalau saja kita berdiri menatap secara langsung detik-detik penderitaan Yesus dalam perjalanan menuju Salib mungkin saja beberapa wanita  diantara kita yang sentimentil akan jatuh pingsan menyaksikan kejamnya tentara Roma saat  mencambuk, menendang, meludahi dan menyiksa dengan keji  tubuh Sang Anak Manusia!<br />
      Di sekujur tubuh Yesus bukan saja memar dan luka tetapi sudah tersobek-sobek oleh ujung cambukan yang terbuat dari baja dengan bentuk mata kail yang siap mencungkil dan merobek apapun yang disentuhnya.<br />
       Orang akan heran mungkin bertanya manusia Yesus ini terbuat dari apa ya? sudah sepanjang malam tidak tidur berdoa di Getsemane  terus mengalami rentetan persidangan ngawur yang direkaya selama 6 kali persidangan,  3 kali secara pengadilan agama dan 3 kali pengadilan pemerintahan.<br />
     Sidang pengadilan Agama Yahudi yang ngawur dan  memang sangat kejam di gelar tergesa-gesa dari pagi buta. Secara logika mana ada sidang pengadilan jam 6 pagi? rekayasa tuduhan dibuat  palsu seolah-olah asli dengan berbagai saksi, baik  Para Ahli Taurat, Imam Besar sampai Kayafas sebenarnya tidak menemukan kesalahannya.<br />
    Secara marathon Yesus harus mengikuti Sidang agama yang sangat melelahkan, lempar sana-lempar sini tidak ada habisnya dengan dakwaan lebih tebal dari bulog gate itu, menguras habis tenaga Yesus yang memang sudah letih dan Alkitab mencatat tidak ada yang memberi makan selama persidangan!<br />
    Tuduhan yang menyangkut spiritual sebenarnya menjadi bahan tertawaan dikalangan pemerintah Roma namun mau dikata apa? Ahli Taurat dengan nafsu membunuhnya sudah gelap mata. Mereka membawa tuduhan yang berbau pemerintahan bahwa Yesus sebagai pemberontak ingin menjadi Raja. Kontan saja para Pembesar Roma telinganya cepat  tanggap dan akan segera menumpas habis para pemberontak yang ingin menggantikan kedudukan raja maupun Kaisar!<br />
    Baik Pilatus maupun Herodes secara bergantian  pada Jumat   Agung itu memeriksa Yesus.   Pilatus melihat Yesus sebagai pribadi yang bersih tidak ada kesalahan maka ia menyerahkannya ke Herodes. Di mata Raja Herodes, Yesus ingin diperlakukan sebagai  mainan untuk membuat mujizat tetapi Yesus bungkam seribu bahasa. Raja inipun tidak menemukan  sedikitpun kesalahan maka sidang ke tiga mengembalikannya kepada Gubernur Pontius Pilatus.<br />
     Pilatus yang memang mencari muka di hadapan orang Yahudi untuk mempertahankan kedudukannya dimata Kaisar,maka ia  menyuruh tentara untuk  menyiksa Yesus sampai  setengah mati.  Setelah Yesus babak belur dihajar massa tentara Roma, wajah yang berlumuran darah dan tubuh yang tercabik-cabik di pertontonkan, dihadapan Rakyat. Namun demikian para ahli spiritual ahli Taurat sudah terlanjut menuntut darah mereka tidak puas jika hanya melihat penyiksaan mereka haus darah Anak Domba Allah! (Joh 18:38-39, 19:12-15).<br />
      Pilatuspun heran mengapa para ahli Taurat yang disebut orang-orang spiritual begitu kejam? setan manakah yang merasuknya? Sebagai orang duniawi saja ia sudah tidak tega melihat penderitaan. Sekalipun ia sudah mencuci tangannya namun ia menjatuhkan hukuman mati juga. Sejarah gereja selanjutnya menceritakan bahwa secara diam-diam Pilatus menjadi pengikut Kristus dan ia sangat marah kepada senat Roma yang menjatuhkan hukuman mati.   Kemudian Pilatus bunuh diri (Encarta 2007).<br />
    Kalau saja dapat diputar ulang penderitaan Kristus secara “live”  maka Film The Passion Of Christ  merupakan film penderitaan yang tidak ada apa-apanya dibanding originalnya. Namun demikian film tersebut terbaik untuk saat ini yang menguras air mata, baik orang Kristen maupun mereka yang tidak percaya. Namun yang menjadi perhatian kita bukanlah kisah sejarah penderitaan yang Yesus alami namun bagaimanakah respond kita terhadap penderitaan tersebut? Adakah kita mau menderita bersama Dia?<br />
    Paulus dengan tegas mengatakan bahwa : “Jadi jika kita telah mati dengan Kristus, kita percaya, bahwa  kita akan hidup juga dengan Dia ( Roma 6:8). Jika kita mematikan daging kita seperti Yesus dagingnya menderita tercabik-cabik,”amat, sangat tidak nyaman”  berarti belajar hidup seperti Dia. Ketika orang percaya berkata hidup serupa dengan Kristus? Hidup yang bagaimanakah itu? apakah serupa dengan kuasa dan kemuliaanNya saja? tidak sama sekali orang harus belajar hidup serupa dengan penderitaanNya!<br />
    1 Petrus  4:13 mengatakan : “   Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu   dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh   bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan  kemuliaanNya. Untuk masuk dalam kebangkitan maka setiap orang percaya harus berani menderita. Tanpa penderitaan maka tidak akan pernah ada mahkota.<br />
       Para penulis Injil sengaja tidak menggambarkan bagaimana dan caranya Yesus didera, berapa jumlah serdadu yang menderaNya, dan bagaimana jenis cambuk yang digunakan untuk menderanya, sebab mereka tidak sampai hati melukiskan penderitaan hamba Yahwe. A. Widyamartaya melukiskan penderitaan Yesus dalam bukunya “ Manusia kain Kafan” sbb :<br />
&#8230;   Bila kita mengamat-amati bekas-bekas luka pada punggung Manusia kain kafan, kita akan melihat bahwa luka-luka itu memar dan goresan-goresan. Luka-luka itu memar bulat-bulat bentuknya dan kelihatan berkelompok-kelompok terdiri dari enam luka memar bulat dan tiga garis goresan yang mengarah keluar (kesisi).<br />
      Luka memar  tampak juga berpasangan. Kelompok enam luka memar, dengan demikian, merupakan kelompok tiga pasang bulatan. Tiap-tiap pasangan disertai satu garis goresan. Maka dapat juga dikatakan bahwa tiap-tiap kelompok terdiri dari tiga pasang bulatan luka memar dan tiga garis goresan. Kelompok-kolompok luka memar itu meliputi seluruh punggung manusia Kain kafan dan bahkan terdapat juga pada paha, kaki, lengan dan dada. tidak kurang dari 121 kelompok luka yang terdapat pada sekujur tubuhnya; itu berarti tidak kurang dari 121 kali deraan yang telah menghantami tubuhnya. Bila lukanya dihitung satu-satu, tidak kurang dari 726 luka berdarah yang dulu meliputi tubuhNya&#8230;</p>
<p>       Jenis cambuk yang dipakai pada jaman Yesus diterangkan sbb :</p>
<p>   &#8230; Pada waktu itu dikenal dua cambuk dera. Jenis pertama berupa tongkat semata atau ranting-ranting. Jenis ini digunakan untuk warga negara Romawi. Jenis kedua berupa cambuk yang bergagang kayu dengan satu sampai tiga helai kulit atau tali. Cambuk ini ada yang diberi bulatan-bulatan keras atau paku-paku kecil dipucuknya, dan ada yang tidak diberi apa-apa, jadi hanya tali atau kulit saja. Jenis ini digunakan terhadap orang-orang yang bukan warga negara Romawi, budak-budak belian, orang-orang asing dan pemberontak-pemberontak/pembelot-pembelot. Demikian undang-undang yang berlaku di seluruh kerajaan Romawi seperti telah diperkenalkan oleh Cato Catone, seorang ahli hukum Romawi kawakan antara tahun 234 dan 194 Sebelum masehi.39</p>
<p>        Dalam perjalanan menuju salib Lukas mengkisahkan pertemuan Yesus dengan para wanita Yerusalem yang menangisiNya (Luk 23:28). Yesus disalib beserta dengan 2 penjahat (Luk 23:32; Mat 27:38; Mrk 15:27), ini menunjukkan bahwa Yesus berada dalam golongan penyamun. Yesus  disalib jam sembilan (Markus 15:25)  diatas salib,<br />
Lukas yang mengkisahkan permohonan penjahat yang disalib kepada Yesus supaya ingat jika Yesus datang sebagai Raja (23:42). Matius memberikan keterangan akan pemberian minuman anggur bercampur empedu (Mat 27:34) minuman ini sebagai obat penghilang rasa, oleh sebab itu Yesus menolak meminumnya (27:35).<br />
       Seluruh Injil Sinoptis menceritakan tentang tindakan prajurit membagi jubah Yesus (Mt 27:35; Mrk 15:24; Luk 23:34). Tindakan menelanjangi ini, secara fisik sangat  mempermalukan orang yang disalibkan.<br />
Perkataan Yesus diatas salib yang dicatat Injil Sinoptis sbb:<br />
1. Ya Bapa ampunilah, mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat (Luk 23:34)<br />
2. “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam firdaus.” (Luk 23:43)<br />
3. Eloi, Eloi, lama sabakhtani ?” Allahku, Allahku mengapa Engkau meninggalkan Aku ? (Mat 27:46; Mrk  15:34)<br />
4. “Ya Bapa, ke dalam tanganMu Ku serahkan nyawaKu.” (Luk  23:46)</p>
<p>       Para serdadu salah mengartikan Eloi, Eloi Lama sabakhtani, mereka mengira Yesus memanggil Elia, kemudian seorang memberikan bunga karang, mencelupkan nya pada sebatang buluh dan memberi Yesus minum (Mat 27:48; Mark 15:36). Ketiga Injil memiliki kesamaan dalam memberitakan peristiwa alam yang mendahului kematian Yesus adalah Jam 12 sampai jam 3 sore kegelapan meliputi daerah Golgota, setelah Yesus berteriak kemudian menyerahkan nyawaNya (Mark 15:33, Mat 27:46)  maka Ia menghembuskan nafasnya diatas salib. Peristiwa kematian ini disusul dengan peristiwa terbelahnya tirai Bait Allah (Mat 27:51;  Mrk 15:38). Pengakuan yang jujur dari Prajurit yang menyaksikan akan kematian Yesus, mengatakan : “sungguh, orang ini adalah orang benar!” (Luk 23:47, Mrk 15:39) Lukas menceritakan reaksi orang banyak dengan memukul-mukul diri mereka setelah tahu kematianNya (Luk 23:48). Kemudian terjadi peristiwa alam seperti gempa bumi, bukit-bukit batu terbelah, dan kuburan-kuburan terbuka dan kebangkitan orang mati (Mat 27:52,53)<br />
        Ketiga penulis memiliki berita yang yang sama tentang peranan Yusuf Arimatea dalam menghadap Pilatus untuk meminta mayat Yesus (Mat 27:57,58; Mrk 15:42,43; Luk 23:50,51), reaksi Pilatus, “heran” terhadap kematian Yesus (Mrk 15:44). Kemudian Yusuf Arimatea membeli kain Lenan untuk membungkus mayat Yesus (Mrk 15:45,46). Kesaksian tentang keberadaan kain ini dapat dikemukakan sbb:<br />
Pada tahun 1973 Prof. Gilbert  Raes dari Universitas Gent di Belgium telah membuat penyelidikan tekstil sepotong dari kafan. Prof, Raes membuktikan bahwa benang dari kain kafan dipintal dengan tangan. Pada akhir abad 11  di Eropa barat sudah memakai roda pemintal, sehingga penyelidikan dari British musium tidak cocok. Prof. Raes masih menyimpan sepotong dari dari kain kafan itu. Potongan itu dikirim ke Universitas California(Amirika Serikat) untuk diselidiki dengan test Carbon-14. Hasilnya bahwa kain kafan itu dibuat  lebih kurang 200 tahun sebelum Yesus lahir. Yusuf dari Arimatea yang sudah mempunyai kuburan dekat kalvari, mungkin juga sudah mempunyai kain kafan yang mahal dan tua&#8230;40<br />
     <br />
       Injil Sinoptis dan Yohanes mengungkapkan enam orang sekurang-kurangnya merawat tubuh Yesus untuk pemakaman-Nya, Ibunya sendiri,Yohanes, Maria Magdalena, Maria yang lain (Ibu Yakobus dan Yusuf), Yusuf dari Arimatea dan Nikodemus (Mat 27:57-61; Mrk 16:42-47; Luk 23:50-56; Yoh 19:38-42).  Para murid Yesus yang sudah mendengar ajaran bahwa Yesus akan bangkit dari dari dalam kubur, lupa sama sekali sedangkan ahli-ahli agama ingat akan kebangkitan Yesus. Itulah sebabnya  mereka minta agar kubur Yesus dijaga (Matius 27:62-6 )</p>
<p><em>Source : <a href="http://www.holyspiritministry.info">http://www.holyspiritministry.info</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alfredsinaga.web.id/?feed=rss2&amp;p=141</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah Dibalik Valentine’s Day</title>
		<link>http://alfredsinaga.web.id/?p=129</link>
		<comments>http://alfredsinaga.web.id/?p=129#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Feb 2010 17:02:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Articles]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alfredsinaga.web.id/?p=129</guid>
		<description><![CDATA[ Valentine&#8217;s Day dilatarbelakangi oleh kisah seorang pastor bernama Valentine yang tinggal dekat Roma. Saat itu banyak orang Kristen di Roma yang dijebloskan ke dalam penjara oleh Kaisar Roma karena menolak menyembah dewa-dewa Roma. Valentine akhirnya ditangkap karena dia sering menolong orang-orang Kristen melarikan diri dari penjara.
Saat Valentine dihadapkan pada sidang pengadilan dia justru memanfaatkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://alfredsinaga.web.id/wp-content/uploads/2010/02/images.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-130" title="images" src="http://alfredsinaga.web.id/wp-content/uploads/2010/02/images.jpg" alt="" width="113" height="113" /></a> Valentine&#8217;s Day dilatarbelakangi oleh kisah seorang pastor bernama Valentine yang tinggal dekat Roma. Saat itu banyak orang Kristen di Roma yang dijebloskan ke dalam penjara oleh Kaisar Roma karena menolak menyembah dewa-dewa Roma. Valentine akhirnya ditangkap karena dia sering menolong orang-orang Kristen melarikan diri dari penjara.</p>
<p>Saat Valentine dihadapkan pada sidang pengadilan dia justru memanfaatkan waktu itu untuk bersaksi bahwa dewa-dewa yang disembah oleh orang-orang Roma bukanlah Tuhan yang benar. Tuhan yang benar adalah Dia yang dipanggil Bapa oleh Yesus Kristus. Dan akibatnya, Valentine harus membayar mahal kesaksian itu, yaitu dijebloskan ke dalam penjara. Sekalipun dalam penjara, Valentine tetap melanjutkan pelayanannya. Dia terus bersaksi tentang Tuhan bahkan kepada para penjaga penjara.</p>
<p>Diceritakan bahwa salah satu penjaga penjara telah mengadopsi seorang anak perempuan yang buta. Dibawanya anak perempuan yang buta itu kepada Valentine untuk membuktikan apakah Tuhan yang disembah Valentine benar-benar Tuhan yang berkuasa. Tuhan menjawab doa Valentine dengan menyembuhkan penglihatan anak perempuan tsb., dan karena peristiwa itu, penjaga penjara dan seluruh keluarganya (46 orang) menjadi percaya kepada Tuhan Yesus dan dibaptiskan.</p>
<p>Selanjutnya, Valentine terus melayani Tuhan dan bersaksi tentang Kristus sekalipun dia dipenjara. Valentine tahu benar akibat dan resiko yang harus ditanggung jika dia terus bersaksi tentang Kristus. Tetapi dia terus melakukannya, karena kasihnya pada Tuhan dan belas kasihnya pada jiwa-jiwa yang belum diselamatkan. Dia terus menyebarkan kabar baik pada orang-orang disekelilingnya dan terus membantu orang-orang Kristen melepaskan diri dari penjara sekalipun &#8220;hukuman mati&#8221; menantinya.</p>
<p>Firman Tuhan berkata: &#8220;Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya&#8221; (Yohanes 15:13). Allah menunjukkan kasih karuniaNnya yang terbesar dengan kematian Kristus untuk menebus dosa manusia.</p>
<p>Valentine dicatat sebagai tokoh yang telah menyatakan kasihNya pada Allah dan orang-orang Kristen yang ada di penjara Roma yang masih terhilang dan untuk itu ia rela menanggung penderitaan yang besar.</p>
<p>Sejarah hidup Valentine ini akhirnya dikenang dan dirayakan sebagai hari Valentine untuk mengingat bahwa kita harus tetap setia dan mengasihi Allah walau banyak penghalang yang bisa mengancam kita misalnya: pekerjaan, harta, jabatan, status sosial, pacar, penderitaan dan masih banyak lagi. Sekalipun harga yang harus dibayar karena mengasihi Allah itu sangat mahal, namun ingat, Kristus telah membayar hidup kita dengan darahNya yang jauh lebih mahal.</p>
<p>Kisah dibalik Valentine’s Day: kasihilah Tuhan dengan segenap jiwa ragamu dan selamatkan jiwa yang terhilang.</p>
<p><span style="font-style: italic;">Source : http://www.sabda.org/publikasi/icw/096/</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alfredsinaga.web.id/?feed=rss2&amp;p=129</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Guyonannya GusDur</title>
		<link>http://alfredsinaga.web.id/?p=125</link>
		<comments>http://alfredsinaga.web.id/?p=125#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jan 2010 09:54:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Daily Notes]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alfredsinaga.web.id/?p=125</guid>
		<description><![CDATA[Gus Dur dengan Bill Clinton
Suatu ketika pada waktu Gusdur menjabat sebagai Presiden RI,
beliaudiundang oleh Presiden AS Bill Clinton ke White House. Di
tengah-tengah pembicaraan muncullah seekor anjing peliharaan Bill
Clinton. Bill yang dikenal sebagai penyayang binatang itu langsung
memperkenalkan anjingnya kepada Gusdur.
Bill : Gusdur, lihatlah saya punya anjing yang sangat pintar, dia bisa
menuruti apa yang saya perintahkan.
Gusdur : [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Gus Dur dengan Bill Clinton</strong></p>
<p>Suatu ketika pada waktu Gusdur menjabat sebagai Presiden RI,<br />
beliaudiundang oleh Presiden AS Bill Clinton ke White House. Di<br />
tengah-tengah pembicaraan muncullah seekor anjing peliharaan Bill<br />
Clinton. Bill yang dikenal sebagai penyayang binatang itu langsung<br />
memperkenalkan anjingnya kepada Gusdur.</p>
<p>Bill : Gusdur, lihatlah saya punya anjing yang sangat pintar, dia bisa<br />
menuruti apa yang saya perintahkan.<br />
Gusdur : Masa iya? Saya ingin tau.<br />
Bill : Coba anda perhatikan. Sit Down! (anjing itu langsung duduk)<br />
Bill : Stand up! (anjing itu langsung berdiri) Bill : Walk around!<br />
(anjing itu langsung berjalan keliling-keliling)</p>
<p>Bill : Lihat! Hebat bukan?</p>
<p>Gusdur : Gitu aja kok repot. Saya yang baru ketemu saja bisa lebih baik<br />
dari itu.<br />
Bill keheranan mendengar jawaban Gusdur.<br />
Bill : Boleh Anda buktikan ucapan Anda?</p>
<p>Gusdur : Silahkan.</p>
<p>Bill : Coba Anda buat dia menangis</p>
<p>Gusdur berbisik kepada anjing : Ssstt&#8230; ssttt&#8230;. Anjing itu langsung<br />
menangis sedih.<br />
Bill terheran-heran.<br />
Bill : Sekarang coba buat dia tertawa</p>
<p>Gusdur berbisik kepada anjing : Ssstt&#8230; ssttt&#8230;. Anjing itu langsung<br />
tertawa terbahak-bahak.<br />
Bill kembali terheran-heran. Ia memikirkan cara supaya Gusdur gagal<br />
memerintah anjingnya.<br />
Bill : Nah&#8230; sekarang coba bikin dia supaya stress berat&#8230;<br />
Gusdur berpikir sejenak. Lalu dia berbisik kepada anjing tersebut<br />
Ssstt&#8230; ssttt&#8230;, sang anjing pun langsung loncat ke sana kemari<br />
sambil teriak histeris, naik ke atas meja, ke atas lemari sampai<br />
akhirnya dia melompat ke luar jendela dan jatuh ke tanah.<br />
Bill Clinton kembali terheran-heran dan ia akhirnya mengakui<br />
kehebatan Gusdur sambil bertepuk tangan.<br />
Bill : Boleh saya tau apa yang Anda bisikkan sehingga anjing saya<br />
menangis begitu sedih?</p>
<p>Gusdur : Saya bilang, kasihan Indonesia, rakyatnya banyak yang miskin,<br />
jangankan untuk beli BBM, untuk makan sehari-hari saja mereka sangat<br />
kesulitan. Kamu beruntung dipelihara oleh Bill Clinton, bisa makan<br />
kapan saja kamu mau.</p>
<p>Bill : Oh&#8230; pantesan. Anda memang hebat. Lalu apa yang Anda bisikkan<br />
sehingga anjing saya tertawa terbahak-bahak?</p>
<p>Gusdur : Saya bilang, orang Indonesia banyak yang pintar-pintar,<br />
sehat-sehat, mereka semua lebih pantas jadi presiden ketimbang<br />
saya. Tapi ternyata kok malah saya yang buta begini yang dipilih<br />
menjadi presiden.<br />
Bill : Hahahaha&#8230; Jangankan anjing, saya juga ketawa. Anda memang<br />
jenius. Nah, lalu apa yang Anda bisikkan kepada anjing saya sehingga ia<br />
stress berat seperti itu?</p>
<p>Gusdur : Saya bilang, wahai anjing, saya ingin ajak kamu tinggal di<br />
Indonesia.<br />
Bill : ?????????</p>
<p><strong>Guyon dengan Fidel Castro</strong></p>
<p>Nah, ini yang jadi guyonan Gus Dur sewaktu masih menjadi Presiden RI saat berkunjung ke Kuba dan bertemu pemimpin Kuba, Fidel Castro.</p>
<p>Saat itu Fidel Castro mendatangi hotel tempat Gus Dur dan rombongannya menginap selama di Kuba. Dan mereka pun terlibat pembicaraan hangat, menjurus serius. Agar pembicaraan tidak terlalu membosankan, Gus Dur pun mengeluarkan jurus andalannya, yaitu guyonan.</p>
<p>Beliau bercerita pada pemimpin Kuba, Fidel Castro, bahwa ada 3 orang tahanan yang berada dalam satu sel. Para tahanan itu saling memberitahu bagaimana mereka bisa sampai ditahan di situ. Tahanan pertama bercerita, “Saya dipenjara karena saya anti dengan Che Guevara.” Seperti diketahui Che Guevara memimpin perjuangan kaum sosialis di Kuba.</p>
<p>Tahanan kedua berkata geram, “Oh kalau saya dipenjara karena saya pengikut Che Guevara!” Lalu mereka berdua terlibat perang mulut. Tapi mendadak mereka teringat tahanan ketiga yang belum ditanya. “Kalau kamu kenapa sampai dipenjara di sini?” tanya mereka berdua kepada tahanan ketiga.</p>
<p>Lalu tahanan ketiga itu menjawab dengan berat hati, “Karena saya Che Guevara…”</p>
<p>Fidel Castro pun tertawa tergelak-gelak mendengar guyonan Gus Dur tersebut. (ahm)<br />
Gus Dur dan Sepatu Bush</p>
<p>Terjadilah insiden pelemparan sepatu oleh wartawan stasiun TV di Irak ke arah presiden Amerika Serikat George W. Bush. Dunia jadi geger. Semua media menyajikannya sebagai berita utama. Tokoh-tokoh dunia berkomentar.</p>
<p>Mayoritas memberikan dukungan kepada sang wartawan. “Lemparan penghinaan itu adalah tanggapan balik terhadap invasi Amerika ke Irak.” Dunia Arab kontan memberinya gelar pahlawan, meski belakangan wartawan ini babak belur.</p>
<p>Para tokoh di Indonesia pun tidak ketinggalan. Ada yang menyesalkan sikap wartawan yang emosional, tidak beretika. Namun umumnya memberikan acungan jempol kepada wartawan.</p>
<p>Tibalah saatnya dalam suatu forum politik para wartawan merangsek mendekati mantan presiden RI Gus Dur, meminta pendapatnya soal sepatu Bush.</p>
<p>“Gus Dur bagaimama pendapat anda tentang insiden pelemparan sepatu? Apakah itu termasuk bentuk kejengkelan warga Irak?”</p>
<p>“Apakah anda mendukung itu Gus?”</p>
<p>“Gus, apakah Bush pantas mendapatkan itu”</p>
<p>Gus Dur masih diam. Wartawan mulai tenang, menunggu kejutan.</p>
<p>“Ah wong nggak kena aja kog pada ribut,” kata Gus Dur sambil lalu. Wartawan pun tertawa puas.<br />
Salah Ransel</p>
<p>Suatu hari ceritanya terjadilah kesepakatan rekonsiliasi atau islah antara Pak SBY, Bu Mega, Pak Habibie dan Gus Dur. Tentunya hal ini menjadi berita gembira bagi seluruh rakyat Indonesia, yang selama ini sudah bosan menyaksikan para pemimpin bangsa ini saling berseteru satu sama lain.</p>
<p>“Nah sekarang, supaya rakyat melihat langsung bahwa kita sudah akur ….. bagaimana kalau besok kita bersama-sama melakukan kunjungan kerja ke beberapa daerah tertinggal ….. setuju ??? ” tanya Pak SBY.</p>
<p>Yang lain menjawab : ” setujuuuu” ….. Gus Dur menimpali “saya sih setuju-setuju saja”.</p>
<p>“Kalau begitu, saya minta tolong Pak Habibie memerintahkan anak buahnya di IPTN supaya menyiapkan pesawatnya, bagaimana Pak Habibie???” Tanya Pak SBY lebih lanjut.</p>
<p>“Oke Pak tak ada masalah, selalu siap setiap saat” tandas Pak Habibie.</p>
<p>Keesokan harinya terbanglah mereka ber empat tanpa disertai pengawal, asisten ataupun ajudan….. dan hanya disertai seorang pilot pesawat. Singkat cerita mereka telah selesai melakukan kunjungan kerja ….. dan terbang kembali ke Jakarta.</p>
<p>Namun apa yang terjadi ….. dalam penerbangan kembali tersebut mendadak pesawat mengalami kerusakan alat kendali dan kebocoran bahan bakar.</p>
<p>“Wah celaka dua belas nih, pesawat ini tidak bisa dikendalikan dan pasti akan jatuh hancur” kata sang pilot dengan paniknya, “kalau begitu ….. cepat terjunkan para tokoh bangsa ini dengan ransel parasut yang ada” tambahnya. “Tapi bagaimana ya ….. parasutnya cuma ada 4, padahal semuanya ada 5 orang” tambah sang pilot kebingungan.</p>
<p>“aah sudahlah ….. minta pertimbangan dari para beliau sajalah” kata sang kapten sambil bergerak cepat menemui para tokoh bangsa yang sedang bercengkrama dengan akrabnya satu sama lain.</p>
<p>Dengan nada hati-hati sang kapten berkata “mohon maaf Bapak-bapak dan Ibu ….. karena kendali pesawat mengalami kerusakan dan pesawat pasti akan jatuh hancur …. maka dipersilakan Bapak-bapak dan Ibu berunding sendiri siapa yang akan terjun duluan dengan 4 ransel parasut yang ada ini”.</p>
<p>“Saya khan presiden RI, saya masih diberi amanah untuk mengurus rakyat yang sedang dihimpit berbagai kesusahan, jadi ….. ya jelas saya dulu dong yang terjun” kata Pak SBY penuh keyakinan, karena yang lainnya menyetujui, akhirnya Pak SBY lansung memasang ransel parasutnya dan ….. jleng ….. Pak SBY akhirnya terjun dengan selamat.</p>
<p>“Saya ini banyak ngurusin wong cilik, lagipula saya harus meneruskan perjuangan bapak saya mempertahankan kemerdekaan dengan menjadi pemimpin negeri ini, jadi ….. saya yang harus terjun selanjutnya” kata Bu Mega dengan mantap ….. karena yang lainnya manggut-manggut saja, Bu Mega langsung memasang ransel parasutnya dan ….. jleng ….. Bu Mega akhirnya terjun dengan selamat.</p>
<p>Setelah Bu Mega terjun, Pak Habibie mendesak agar dia yang terjun berikutnya dengan memberi alasan : “Saya khan yang menguasai Hi-Tech, bagaimana suatu bangsa akan maju tanpa menguasai hi-tech ….. bukan begitu Gus Dur ?”…. Gus Dur menjawab : “silakan saja duluan …… gitu aja kok repot”, akhirnya Pak Habibie memasang ransel parasutnya dan ….. jleng ….. akhirnya Pak Habibie terjun dengan selamat.</p>
<p>Kemudian ….. tanpa ba…bi…bu…Gus Dur langsung mengambil dan memasang sendiri ranselnya tanpa meminta tolong ataupun meminta persetujuan terlebih dahulu dari sang pilot, karena dipikirnya pasti dia yang akan terjun selanjutnya.</p>
<p>“Gus Dur ….” sang pilot memanggil sambil terkejut ….. “kenapa sih kok pake protes segala, jelas-jelas sekarang saya yang harus terjun, saya ini kyai langitan tau nggak ….. banyak para kyai dan santri se Indonesia yang harus saya urus” hardik Gus Dur.</p>
<p>“Tapi Gus Dur …..” sang pilot mencoba menyela, tapi Gus Dur tidak peduli selaannya ….. bahkan terus berkata :”Nggak pake tapi-tapian…. ngeyel amat sih lu ….. sudah saya terjun duluan yah” tegas Gus Dur sambil langsung ….. jleng ….. terjun.</p>
<p>“Gus Du…..uuur” pekik sang pilot melihat Gus Dur terjun.</p>
<p>Sang Pilot terduduk lemas. Setelah beberapa saat menghela napasnya, sang pilot berkomentar sendirian “Ya sudah kalau nggak mau dibilangin, tadinya saya cuma mau bilang ….. kalau ransel yang dipakainya bukan ransel parasut ….. tapi ransel baju yang saya bawa, karena maunya begitu ….. ya sudah”.</p>
<p>Akhirnya sang pilot memasang ransel parasut yang terakhir dan ….. jleng ….. sang pilot terjun dengan selamat. Bagaimana dengan Gusdur … ???</p>
<p><strong>Pertama, guyonan yang diceritakan kembali oleh pelawak Tarzan.</strong></p>
<p>Gus Dur bertanya, “Zan, kamu pernah melawak tapi tidak ada yang tertawa?”. Tarzan menjawab, “Pernah Gus”. Lalu Gus Dur berkata untuk memberikan kunci atau trik agar ketika melawak, maka para penonton akan selalu tertawa. Yakni dengan hukum Islam. Lalu Tarzan tampak kebingungan dengan saran Beliau. Lalu dijelaskanlah begini, “Diibaratkan seperti mengucapkan salam dalam Islam. Seseorang mengucapkan salam kepada saudaranya adalah sunnah. Tetapi menjawab salam adalah wajib. Jadi, kamu harus mengatakan ke penonton di awal melawak. Kalau kamu melontarkan lawakan itu adalah sunnah. Dan wajib bagi penonton untuk tertawa. He he he!”.</p>
<p><strong>Kedua, guyonan yang diutarakan oleh Beliau. Pernah ditayangkan salah satu tv swasta di sebuah kesempatan wawancara.</strong></p>
<p>Jadi ceritanya Beliau waktu itu sedang berdialog atau ngobrol dengan salah seorang kerabat. Di sebuah kesempatan acara. Berkatalah, “Orang yang kerja di pengurus NU sejak jam 6 pagi sampai jam 6 malam itu adalah orang yang senang NU. Sedangkan orang yang kerja untuk NU dari jam 6 sore sampai jam 12 malam itu adalah orang yang gila NU. Tapi kalau masih mengurusi NU dari jam 12 malam sampai jam 6 pagi itu adalah orang NU gila”. Lalu terdengarlah tawa yang membahana.</p>
<p><strong>Ketiga, guyonan yang disampaikan Gus Dur ketika bertemu Candra Hamzah wakil ketua KPK pada saat kasus “Ci-Buaya” Bank sedang marak-maraknya.</strong></p>
<p>Saat itu, konon Gus Dur sedang menemui Candra Hamzah untuk memberikan dukungan pemberantasan kasus korupsi di tanah air. Kemudian Gus Dur mengeluarkan guyonan segar. Beliau bercerita ada salah seorang anggota dewan “anyaran”, wakil rakyat yang baru saja dilantik secara resmi. Yang baru masuk ruangan sidang untuk rapat. Lalu seorang rekan dari anggota dewan “anyaran” itu tiba-tiba memanggil. Dengan sebutan “prof”. Karena tidak pernah merasa sekolah sampai mendapat gelar seperti itu, dia merasa heran dan penasaran. Karena gelar atau sebutan seperti itu terdengar sangat wah. Usut punya usut ternyata yang dimaksud bukanlah seperti itu. Yang dimaksud “prof” adalah “provokator”. He he he!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alfredsinaga.web.id/?feed=rss2&amp;p=125</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Christmas Star</title>
		<link>http://alfredsinaga.web.id/?p=120</link>
		<comments>http://alfredsinaga.web.id/?p=120#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Dec 2009 09:39:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Daily Notes]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alfredsinaga.web.id/?p=120</guid>
		<description><![CDATA[Pada masa Perang Dunia I, setiap keluarga yang mengirimkan putranya untuk berperang akan memasang tanda bintang pada salah satu jendela di rumahnya.
Seorang cucu bertanya kepada kakeknya perihal bintang tersebut, sang cucupun tersenyum mendengar penjelasan sang kakek, dan selalu bertepuk tangan setiap melewati rumah yang bertanda bintang. Tiba-tiba sang cucu menunjuk ke langit dan berkata &#8221; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://alfredsinaga.web.id/wp-content/uploads/2009/12/xmas-star2.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-122" title="xmas-star2" src="http://alfredsinaga.web.id/wp-content/uploads/2009/12/xmas-star2.jpg" alt="" width="143" height="107" /></a>Pada masa Perang Dunia I, setiap keluarga yang mengirimkan putranya untuk berperang akan memasang tanda bintang pada salah satu jendela di rumahnya.</p>
<p>Seorang cucu bertanya kepada kakeknya perihal bintang tersebut, sang cucupun tersenyum mendengar penjelasan sang kakek, dan selalu bertepuk tangan setiap melewati rumah yang bertanda bintang. Tiba-tiba sang cucu menunjuk ke langit dan berkata &#8221; Kek lihat bintang itu! Apakah Allah juga mengirimkan PutraNya?&#8221;</p>
<p>Pemberian Allah yang terbesar telah dirancang secara sempurna sejak manusia jatuh ke dalam dosa. IA telah menggenapi janjiNya yaitu mengirimkan PutraNya Yang Kudus untuk menyelamatkan manusia.</p>
<p>Natal ini menjadi suatu pengingat bagi kita semua, Allah telah begitu besar memberikan kasihNya kepada kita umatNya yang berdosa. Pertanyaannya adalah bagaimana cara kita menyikapi kasih Allah tersebut? Sudahkah kita membalaskan kasih kepadaNYa?</p>
<p>Di hari yang penuh damai ini marilah kita mulai membuka hati kita kepadaNYa dengan mulai mengasihi sesama kita.</p>
<p>Selamat Hari Natal, Damai dihati Damai Dibumi<a href="http://alfredsinaga.web.id/wp-content/uploads/2009/12/xmas-star1.jpg"></a></p>
<p><em>Gloria in Exelcis Deo&#8230;.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alfredsinaga.web.id/?feed=rss2&amp;p=120</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Janji Allah Yang Telah Menetas</title>
		<link>http://alfredsinaga.web.id/?p=113</link>
		<comments>http://alfredsinaga.web.id/?p=113#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 13:54:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Articles]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alfredsinaga.web.id/?p=113</guid>
		<description><![CDATA[Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. (Yesaya 9:5 )
“Natal” dalam bahasa Mandarin adalah ??? - “shèng dàn jié” (harfiah : festival of sacred birth, perayaan kelahiran suci). Kalau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://alfredsinaga.web.id/wp-content/uploads/2009/12/xmas-tree1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-115" title="xmas-tree1" src="http://alfredsinaga.web.id/wp-content/uploads/2009/12/xmas-tree1.jpg" alt="" width="106" height="119" /></a>Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. (Yesaya 9:5 )</p>
<p>“Natal” dalam bahasa Mandarin adalah ??? - “shèng dàn jié” (harfiah : festival of sacred birth, perayaan kelahiran suci). Kalau diambil dari persamaan bunyi, ada kata ?? - “sh?ng dàn” berarti “telur menetas“. Telur senantiasa bermakna kehidupan. Kita juga melakukan “tradisi” peringatan Paskah dengan telur, yang diartikan sebagai lambang cikal bakal kehidupan. Kelahiran Kristus adalah wujud janji Allah yang dikumandangkan sejak Adam-Hawa jatuh ke dalam dosa (Kejadian 3:15) dan disampaikan berulang-ulang dalam Perjanjian Lama, yang paling jelas pada Yesaya 7:14 yang menulis seorang perawan akan melahirkan seorang Bayi-perjanjian. Kedatangan Kristus yang lahir dengan cara alami dan manusiawi ini memberikan anugerah kehidupan yang kekal bagi siapa saja yang percaya kepadaNya.</p>
<p>Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yohanes 3:16)</p>
<p>Apa yang kita peringati dalam Natal adalah adalah pengucapan syukur terhadap segala belas-kasihan dan anugerah kehidupan dari Allah kita. Robert Oppenheimer (1904–1967) seorang ilmuwan, ia bukan seorang Kristen, tapi ia pernah mengatakan : “cara menyampaikan gagasan adalah membungkusnya dengan seseorang“. Allah telah menyatakan pesannya kepada semua umat di dunia melalui inkarnasi dalam Yesus Kristus, bahwa didalam Dia ada keselamatan. Bahwa Allah yang Mahatinggi telah menjelma menjadi manusia.</p>
<p>Natal dan Paskah senantiasa diperingati secara istimewa oleh umat Kristiani, betapapun ada saja kritik bahwa perayaannya menyerap tradisi-tradisi kafir. Namun, kita tahu dan sangat sadar betul bahwa kita bukan memperingati sesuatu hal yang bertentangan dengan ajaran-ajaran Alkitab, sebaliknya kita memperingati kedatangan Allah kita yang rela lahir sebagai manusia, mati dan bangkit untuk misi keselamatan (2 Timotius 2:8 ). Suasana, semangat dan damai Natal justru banyak membawa orang datang kepada Kristus. Dan menjadi momen yang baik bagi keluarga-keluarga dan para sahabat-sahabat untuk berkumpul menikmati kebersamaan. Manusia hidup sangat memerlukan hubungan/ interaksi dengan sesamanya. Tanpa persekutuan antar sesama, hidup tidak akan berarti.</p>
<p>Allah telah menganugerahkan kehidupan yang kekal, melalui kelahiran Sang Putra (Yesaya 9:5). Istilah yang unik dari bahasa Mandarin tentang Natal yang merujuk kepada “telur yang menetas” menyatakan suatu lambang kehidupan yang asalnya memang dari Allah saja.</p>
<p>Selamat Natal 2009 &amp; Tahun Baru 2010</p>
<p><em>Source : http://www.cross-written.com</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alfredsinaga.web.id/?feed=rss2&amp;p=113</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>NgakakDotCom</title>
		<link>http://alfredsinaga.web.id/?p=109</link>
		<comments>http://alfredsinaga.web.id/?p=109#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Dec 2009 13:36:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Daily Notes]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alfredsinaga.web.id/?p=109</guid>
		<description><![CDATA[Survei kepuasan
Berikut hasil survei terbaru yang menganalisa tingkat
kepuasan pria hidung belang saat tidur bersama wanita menurut
majalah OSRAM edisi Juli 2007:
1. Tidur dengan Wanita Cantik&#8230;&#8230;&#8230;.Bangga ½ mati.
2. Tidur dengan PSK&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.Mahal ½ mati.
3. Tidur dengan Wanita Jelek&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.Stress ½ mati.
4. Tidur dengan Wanita Hyper&#8230;&#8230;&#8230;..Capek ½ mati.
5. Tidur dengan Pacar&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;Nafsu ½ mati.
6. Tidur dengan Istri&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;mending pura-pura mati.
7. Tidur dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Survei kepuasan</p>
<p>Berikut hasil survei terbaru yang menganalisa tingkat<br />
kepuasan pria hidung belang saat tidur bersama wanita menurut<br />
majalah OSRAM edisi Juli 2007:</p>
<p>1. Tidur dengan Wanita Cantik&#8230;&#8230;&#8230;.Bangga ½ mati.<br />
2. Tidur dengan PSK&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.Mahal ½ mati.<br />
3. Tidur dengan Wanita Jelek&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.Stress ½ mati.<br />
4. Tidur dengan Wanita Hyper&#8230;&#8230;&#8230;..Capek ½ mati.<br />
5. Tidur dengan Pacar&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;Nafsu ½ mati.<br />
6. Tidur dengan Istri&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;mending pura-pura mati.<br />
7. Tidur dengan isteri Orang &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..nafsu nggak mati-mati (yakin deh&#8230;)<br />
8. Tidur dengan isteri Tentara&#8230;&#8230;&#8230;&#8230; sudah pasti mati.</p>
<p>Istilah KB</p>
<p>1. Kalau 5 tahun kawin, langsung punya 4 anak, itu berarti KB = KUMPUL BOCAH<br />
2. Kalau 5 tahun kawin, anak cuma satu, itu berarti KB = KURANG BERGAIRAH<br />
3. Kalau sudah 5 tahun kawin, belum punya anak, itu berarti KB = KURANG BISA<br />
4. Kalau 5 tahun pacaran belum juga kawin, itu berarti, KB = KAGAK BERANI<br />
5. Kalo kagak pacaran tapi punya anak, itu berarti KB = Ketelanjuran Bunting<br />
6. Kalo kagak punya pacar dan anak, itu berarti KB =Kayaknya Bencong deh…..</p>
<p>Sepak bola di surga</p>
<p>Dua orang sobat kental, Riza dan Andri, sedang duduk-duduk sambil memberi makan ikan di kolam dan membicarakan sepakbola, permainan yang mereka mainkan setiap hari, apalagi selama piala Asia saat ini.<br />
Tiba-tiba Riza berkata pada Andri, &#8220;Menurut loe ada nggak ya sepakbola di surga?&#8221;<br />
Andri berpikir sebentar dan menjawab, &#8220;Wah, ngga tau deh gue. Tapi kita bikin perjanjian aja: kalau gue meninggal duluan, gue bakal balik dan ngasih tau loe apa ada sepakbola di surga, dan kalau loe meninggal duluan, loe musti ngelakuin hal yang sama.&#8221; Mereka pun berjabat tangan dan sedihnya beberapa bulan kemudian si Riza yang malang meninggal dunia.</p>
<p>Suatu hari, seperti biasa Andri sedang duduk di pinggir kolam memberi makan ikan-ikannya seorang diri ketika dia mendengar bisikan suara, &#8220;Ndri&#8230; Andri &#8230;&#8221;<br />
Andri celingukan, &#8220;Riza&#8230;?! itu loe nih?&#8221; &#8220;Iya ini gue, Ndri&#8221;, bisik hantu Riza. Dalam ketakjubannya Andri  bertanya, &#8220;Jadi gimana, ada sepakbola ngga di surga?&#8221; &#8220;Ntar dulu&#8230;&#8221;, Riza berkata, &#8220;Gue punya cerita bagus dan cerita jelek nih.&#8221;</p>
<p>&#8220;Kalo gitu kasih cerita bagus dulu deh&#8221;, kata Andri masih penasaran. Riza berkata, &#8220;Yaa&#8230; emang ada sih sepakbola di surga.&#8221; Andri kegirangan, &#8220;Hebat dong! Trus cerita jelek apaan yang bisa ngerusak cerita hebat tadi?!&#8221; Riza melenguh dan berbisik, &#8220;Loe bakal jadi kiper hari Sabtu ini.&#8221;</p>
<p>Juta - juta</p>
<p>Seorang pemuda bermaksud melamar gadis yang sudah lama dipacarinya. Sayang duit untuk mahar hanya Rp.800 ribu perak. Tapi dia nekat datang melamar, dan diterima<br />
bapak si  gadis.</p>
<p>Bapak: &#8220;Berapa duit kamu?&#8221;<br />
Pemuda: &#8220;800 ribu rupiah pak.&#8221;<br />
Bapak: &#8220;Duitmu sedikit! ndak usah datang-datang lagi, kecuali kalau kamu sudah punya duit juta-juta! &#8221;<br />
Maka pulanglah si pemuda dengan kecewa. tapi seminggu kemudian, dia datang lagi.<br />
Bapak: &#8220;Sudah punya duit juta-juta?&#8221;<br />
Pemuda: &#8220;Sudah pak . . .&#8221;<br />
Bapak: &#8221; Berapa?&#8221;<br />
Pemuda: &#8220;Setengah juta tiga ratus ribu rupiah . . .&#8221;<br />
Kontan saja lamaran pemuda itu diterima. (*)</p>
<p>CIUMAN ALA JAWA BARAT ( WEST JAVA KISS )</p>
<p>CIBIRU=CIuman bibir randa ….uuuuh<br />
CICAHEUM=CIuman bocah asem<br />
CITARIK= CIuman tahan tarik<br />
CILEUNGSI = CIuman LEngket UNtuk jaGa gengSI<br />
CIAWI = CIuman manusiAWI<br />
CIBULAN = CIumannya BUtuh LANjutan<br />
CIPANAS = CIuman PAling gaNAS<br />
CISADANE = CIuman SAyang DAri aNE<br />
CITARIK = CIuman TArik menaRIK<br />
CIAMPELAS = CIuman AMpe PErut muLAS<br />
CIBUBUR = CIuman BUru-BURu<br />
CISALAK = CIuman SAya gaLAK<br />
CIAMIS = CIuman bAu aMIS<br />
CIKINI = CIuman laKI biNI<br />
CIBITUNG = CIuman BIkin unTUNG<br />
CIKUPA = CIuman KUrang Pas<br />
CICADAS = CIuman CumA Dada aTAS<br />
CIPARAY = CIuman Pakaian teruRay<br />
CIMAHI = CIum MAh di daHI<br />
CIBINONG= CIuman BIbir moNyONG<br />
CIBIRU= CIuman BIni baRU<br />
CIPULIR= CIuman PUntir meLintIR<br />
CIKASO= CIuman KAgak SOpan<br />
CICENDO= CIuman CEwek iNDO<br />
CIKIJANG= CIuman laKI-laki buJANG<br />
CIBEUNYING= CIuman BErbUnYi nyarING<br />
CIKONDANG= CIuman di balKON sambil berdenDANG<br />
CIMAREME = CIuman di tempat yang rame<br />
CILACAP = MAAF, Anda sudah memasuki wilayah JAWA TENGAH</p>
<p>Ikan apa yg bertahan lama hidup di darat?</p>
<p>Ikan panjang umur</p>
<p>Rokok apa yang dimatiin tapi nggak mau mati??</p>
<p>Rokok panjang umur</p>
<p>(cape&#8217; deeeh&#8230;.)</p>
<p>Apa persamaannya batu dengan buta?</p>
<p>Sama-sama tidak baik untuk mata</p>
<p>Kuman apa yang dipatuhi teman-temannya?</p>
<p>Kumandan upacara</p>
<p>Apakah Limau itu ?</p>
<p>Duau ditambah Tigau</p>
<p>Mengapa bumi selalu berputar mengelilingi matahari?</p>
<p>Karena ingin mencari diskon Matahari yang paling besar</p>
<p>Mengapa batman pakai topeng?</p>
<p>Karena malu celana dalamnya keliatan</p>
<p>Kenapa Batman &amp; Robin keluarnya malem?</p>
<p>Kalo keluar pagi kena Three in One</p>
<p>Nenek apa yang bisa terbang?</p>
<p>Neneknya nyamuk, neneknya lalat, neneknya burung&#8230;</p>
<p>kenapa nyamuk ngisepnya darah ?</p>
<p>Karena kalo ngisepnya ROKOK, mahal di ongkos</p>
<p>kenapa orang mati di bungkus dgn kain kafan?</p>
<p>Kalau dikasih kain batik ntar dia ke kondangan&#8230;.!!</p>
<p>gajah terbang dengan apa ?</p>
<p>Dengan susah payah</p>
<p>Belalang apa yang dapat meloncat lebih tinggi dari menara Eifel ?</p>
<p>Smua belalang, soalnya menara Eifel nggak bisa lompat</p>
<p>Kenapa pohon kelapa di depan rumah harus ditebang?</p>
<p>soalnya kalo dicabut berat</p>
<p>Kenapa nyamuk lebih kurus dari lalat?</p>
<p>Soalnya nyamuk suka begadang</p>
<p>Siapa Yang Menemukan Dompet Kulit ?</p>
<p>Yang Menemukan Dompet Kulit Harap Dikembalikan kepada Saya</p>
<p>Ini tips buat cewe yg baru pertama kali melakukannya. ..</p>
<p>1. Berbaringlah dengan tenang, meskipun anda pasti akan merasa tegang atau<br />
grogi..<br />
2. Dia akan mendekat dan menanyakan apakah anda takut. kalau dia bertanya<br />
demikian, gelengkanlah kepala anda dengan penuh keberanian.<br />
3. Lalu dia akan mulai memasukan &#8216;itu&#8217; nya. Mungkin suhu badan anda akan<br />
meningkat, tapi tenang saja, dia akan melakukannya dengan gentle..<br />
4. Dia akan memandang mata anda dalam-dalam, dan meminta anda untuk percaya<br />
padanya. Bagaimanapun, dia sudah punya banyak pengalaman dalam hal ini.<br />
5. Senyumnya yang menawan akan membuat anda sedikit rileks, dan anda akan<br />
membukanya lebih lebar agar dia dapat masuk dengan mudah. Saat ini mungkin<br />
anda akan memintanya untuk melakukannya lebih cepat, tapi dia tidak<br />
terburu-buru, supaya anda tidak kesakitan.<br />
6. Dia juga akan menanyakan kalau-kalau anda merasa sakit. Kalau dia<br />
bertanya demikian, meskipun dengan berlinang air mata tetaplah gelengkan<br />
kepala anda, dan minta dia untuk meneruskannya. pada momen2 ini mungkin anda<br />
juga akan merasa sedikit mati rasa.<br />
7. Setelah beberapa saat, anda akan merasakan suatu kelegaan yang luar<br />
biasa, dan dia akan menarik &#8216;itu&#8217; nya keluar. Dia lalu akan tersenyum<br />
hangat, dan memuji betapa hebatnya anda.<br />
8. Tersenyumlah, karena bagaimanapun, ini adalah pengalaman pertama<br />
anda&#8230;&#8230;..<br />
cabut gigi&#8230;..<br />
HAYO LO PADA MIKIR APAAN  ????,HA3&#8230;</p>
<p>Keadilan dewa</p>
<p>Zaman dulu, para wanita selalu merasa sakit saat akan melahirkan. Keadaan yang kurang adil ini kemudian berubah setelah kejadian berikut ini:</p>
<p>Para wanita secara bersama-sama memohon kepada dewa agar ditegakkan keadilan, yaitu supaya kaum lelakilah sebagai penyebab yang seharusnya menderita sakit dikala sang isteri melahirkan.</p>
<p>Ternyata petisi ini dikabulkan, sehingga sejak saat itu apabila seorang isteri melahirkan, maka dengan mudah dan santai penuh perasaan ia dapat melahirkan anaknya sehingga hal ini sangat membantu ilmu kedokteran dalam menekan resiko melahirkan.</p>
<p>Di samping itu secara mengenaskan sang suami yang mendampinginya di luar menggeliat-geliat serta meraung-raung kesakitan demi keselamatan sang isteri yang melahirkan. Para lelaki menganggap hal ini biasa, karena ini termasuk akan<br />
menambah bintang kepahlawanan pria dalam rumah tangga.</p>
<p>Tetapi, keadaan ini berubah sejak peristiwa dibawah ini:</p>
<p>Suatu waktu seorang wanita dari kalangan terkemuka di suatu kampung akan melahirkan. Paras anak keluarga dan para tetangganya sekampung ikut mengantarkan kelahiran ini dengan ikut menunggu di luar.</p>
<p>Sang suami telah disediakan tempat tidur di samping sang isteri, lengkap dengan segala peralatan untuk mengantisipasi segala kemungkinan penderitaanya. Saat melahirkan terjadi, sang istri dengan tenang penuh kasih sayang menjalankan kelahiran yang mulus ini. Tetapi, sang suami yang dengan tegang menunggu datangnya penderitaan tetap saja tidak bergeming sampai terdengar pekikan sang anak.</p>
<p>Yang sangat mengejutkan ternyata di luar terlihat kehebohan, ternyata Bapak Kepala Desa (Kades) berguling-guling serta berteriak-teriak kesakitan.</p>
<p>Semua khalayak terdiam sejenak, secara serentak semua ibu-ibu yang berada di sekitar itu secara diam-diam dan bersungguh-sungguh berdoa kepada dewa:</p>
<p>&#8220;Biarlah semua penderitaan ini kami lah yang menanggung asalkan semua rahasia tetap menjadi milik kami!&#8221;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alfredsinaga.web.id/?feed=rss2&amp;p=109</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
