March 31
Memori Derita Kristus
…. Demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh mereka.” (Mat 17:12)
Kalau saja kita berdiri menatap secara langsung detik-detik penderitaan Yesus dalam perjalanan menuju Salib mungkin saja beberapa wanita diantara kita yang sentimentil akan jatuh pingsan menyaksikan kejamnya tentara Roma saat mencambuk, menendang, meludahi dan menyiksa dengan keji tubuh Sang Anak Manusia!
Di sekujur tubuh Yesus bukan saja memar dan luka tetapi sudah tersobek-sobek oleh ujung cambukan yang terbuat dari baja dengan bentuk mata kail yang siap mencungkil dan merobek apapun yang disentuhnya.
Orang akan heran mungkin bertanya manusia Yesus ini terbuat dari apa ya? sudah sepanjang malam tidak tidur berdoa di Getsemane terus mengalami rentetan persidangan ngawur yang direkaya selama 6 kali persidangan, 3 kali secara pengadilan agama dan 3 kali pengadilan pemerintahan.
Sidang pengadilan Agama Yahudi yang ngawur dan memang sangat kejam di gelar tergesa-gesa dari pagi buta. Secara logika mana ada sidang pengadilan jam 6 pagi? rekayasa tuduhan dibuat palsu seolah-olah asli dengan berbagai saksi, baik Para Ahli Taurat, Imam Besar sampai Kayafas sebenarnya tidak menemukan kesalahannya.
Secara marathon Yesus harus mengikuti Sidang agama yang sangat melelahkan, lempar sana-lempar sini tidak ada habisnya dengan dakwaan lebih tebal dari bulog gate itu, menguras habis tenaga Yesus yang memang sudah letih dan Alkitab mencatat tidak ada yang memberi makan selama persidangan!
Tuduhan yang menyangkut spiritual sebenarnya menjadi bahan tertawaan dikalangan pemerintah Roma namun mau dikata apa? Ahli Taurat dengan nafsu membunuhnya sudah gelap mata. Mereka membawa tuduhan yang berbau pemerintahan bahwa Yesus sebagai pemberontak ingin menjadi Raja. Kontan saja para Pembesar Roma telinganya cepat tanggap dan akan segera menumpas habis para pemberontak yang ingin menggantikan kedudukan raja maupun Kaisar!
Baik Pilatus maupun Herodes secara bergantian pada Jumat Agung itu memeriksa Yesus. Pilatus melihat Yesus sebagai pribadi yang bersih tidak ada kesalahan maka ia menyerahkannya ke Herodes. Di mata Raja Herodes, Yesus ingin diperlakukan sebagai mainan untuk membuat mujizat tetapi Yesus bungkam seribu bahasa. Raja inipun tidak menemukan sedikitpun kesalahan maka sidang ke tiga mengembalikannya kepada Gubernur Pontius Pilatus.
Pilatus yang memang mencari muka di hadapan orang Yahudi untuk mempertahankan kedudukannya dimata Kaisar,maka ia menyuruh tentara untuk menyiksa Yesus sampai setengah mati. Setelah Yesus babak belur dihajar massa tentara Roma, wajah yang berlumuran darah dan tubuh yang tercabik-cabik di pertontonkan, dihadapan Rakyat. Namun demikian para ahli spiritual ahli Taurat sudah terlanjut menuntut darah mereka tidak puas jika hanya melihat penyiksaan mereka haus darah Anak Domba Allah! (Joh 18:38-39, 19:12-15).
Pilatuspun heran mengapa para ahli Taurat yang disebut orang-orang spiritual begitu kejam? setan manakah yang merasuknya? Sebagai orang duniawi saja ia sudah tidak tega melihat penderitaan. Sekalipun ia sudah mencuci tangannya namun ia menjatuhkan hukuman mati juga. Sejarah gereja selanjutnya menceritakan bahwa secara diam-diam Pilatus menjadi pengikut Kristus dan ia sangat marah kepada senat Roma yang menjatuhkan hukuman mati. Kemudian Pilatus bunuh diri (Encarta 2007).
Kalau saja dapat diputar ulang penderitaan Kristus secara “live” maka Film The Passion Of Christ merupakan film penderitaan yang tidak ada apa-apanya dibanding originalnya. Namun demikian film tersebut terbaik untuk saat ini yang menguras air mata, baik orang Kristen maupun mereka yang tidak percaya. Namun yang menjadi perhatian kita bukanlah kisah sejarah penderitaan yang Yesus alami namun bagaimanakah respond kita terhadap penderitaan tersebut? Adakah kita mau menderita bersama Dia?
Paulus dengan tegas mengatakan bahwa : “Jadi jika kita telah mati dengan Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga dengan Dia ( Roma 6:8). Jika kita mematikan daging kita seperti Yesus dagingnya menderita tercabik-cabik,”amat, sangat tidak nyaman” berarti belajar hidup seperti Dia. Ketika orang percaya berkata hidup serupa dengan Kristus? Hidup yang bagaimanakah itu? apakah serupa dengan kuasa dan kemuliaanNya saja? tidak sama sekali orang harus belajar hidup serupa dengan penderitaanNya!
1 Petrus 4:13 mengatakan : “ Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaanNya. Untuk masuk dalam kebangkitan maka setiap orang percaya harus berani menderita. Tanpa penderitaan maka tidak akan pernah ada mahkota.
Para penulis Injil sengaja tidak menggambarkan bagaimana dan caranya Yesus didera, berapa jumlah serdadu yang menderaNya, dan bagaimana jenis cambuk yang digunakan untuk menderanya, sebab mereka tidak sampai hati melukiskan penderitaan hamba Yahwe. A. Widyamartaya melukiskan penderitaan Yesus dalam bukunya “ Manusia kain Kafan” sbb :
… Bila kita mengamat-amati bekas-bekas luka pada punggung Manusia kain kafan, kita akan melihat bahwa luka-luka itu memar dan goresan-goresan. Luka-luka itu memar bulat-bulat bentuknya dan kelihatan berkelompok-kelompok terdiri dari enam luka memar bulat dan tiga garis goresan yang mengarah keluar (kesisi).
Luka memar tampak juga berpasangan. Kelompok enam luka memar, dengan demikian, merupakan kelompok tiga pasang bulatan. Tiap-tiap pasangan disertai satu garis goresan. Maka dapat juga dikatakan bahwa tiap-tiap kelompok terdiri dari tiga pasang bulatan luka memar dan tiga garis goresan. Kelompok-kolompok luka memar itu meliputi seluruh punggung manusia Kain kafan dan bahkan terdapat juga pada paha, kaki, lengan dan dada. tidak kurang dari 121 kelompok luka yang terdapat pada sekujur tubuhnya; itu berarti tidak kurang dari 121 kali deraan yang telah menghantami tubuhnya. Bila lukanya dihitung satu-satu, tidak kurang dari 726 luka berdarah yang dulu meliputi tubuhNya…
Jenis cambuk yang dipakai pada jaman Yesus diterangkan sbb :
… Pada waktu itu dikenal dua cambuk dera. Jenis pertama berupa tongkat semata atau ranting-ranting. Jenis ini digunakan untuk warga negara Romawi. Jenis kedua berupa cambuk yang bergagang kayu dengan satu sampai tiga helai kulit atau tali. Cambuk ini ada yang diberi bulatan-bulatan keras atau paku-paku kecil dipucuknya, dan ada yang tidak diberi apa-apa, jadi hanya tali atau kulit saja. Jenis ini digunakan terhadap orang-orang yang bukan warga negara Romawi, budak-budak belian, orang-orang asing dan pemberontak-pemberontak/pembelot-pembelot. Demikian undang-undang yang berlaku di seluruh kerajaan Romawi seperti telah diperkenalkan oleh Cato Catone, seorang ahli hukum Romawi kawakan antara tahun 234 dan 194 Sebelum masehi.39
Dalam perjalanan menuju salib Lukas mengkisahkan pertemuan Yesus dengan para wanita Yerusalem yang menangisiNya (Luk 23:28). Yesus disalib beserta dengan 2 penjahat (Luk 23:32; Mat 27:38; Mrk 15:27), ini menunjukkan bahwa Yesus berada dalam golongan penyamun. Yesus disalib jam sembilan (Markus 15:25) diatas salib,
Lukas yang mengkisahkan permohonan penjahat yang disalib kepada Yesus supaya ingat jika Yesus datang sebagai Raja (23:42). Matius memberikan keterangan akan pemberian minuman anggur bercampur empedu (Mat 27:34) minuman ini sebagai obat penghilang rasa, oleh sebab itu Yesus menolak meminumnya (27:35).
Seluruh Injil Sinoptis menceritakan tentang tindakan prajurit membagi jubah Yesus (Mt 27:35; Mrk 15:24; Luk 23:34). Tindakan menelanjangi ini, secara fisik sangat mempermalukan orang yang disalibkan.
Perkataan Yesus diatas salib yang dicatat Injil Sinoptis sbb:
1. Ya Bapa ampunilah, mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat (Luk 23:34)
2. “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam firdaus.” (Luk 23:43)
3. Eloi, Eloi, lama sabakhtani ?” Allahku, Allahku mengapa Engkau meninggalkan Aku ? (Mat 27:46; Mrk 15:34)
4. “Ya Bapa, ke dalam tanganMu Ku serahkan nyawaKu.” (Luk 23:46)
Para serdadu salah mengartikan Eloi, Eloi Lama sabakhtani, mereka mengira Yesus memanggil Elia, kemudian seorang memberikan bunga karang, mencelupkan nya pada sebatang buluh dan memberi Yesus minum (Mat 27:48; Mark 15:36). Ketiga Injil memiliki kesamaan dalam memberitakan peristiwa alam yang mendahului kematian Yesus adalah Jam 12 sampai jam 3 sore kegelapan meliputi daerah Golgota, setelah Yesus berteriak kemudian menyerahkan nyawaNya (Mark 15:33, Mat 27:46) maka Ia menghembuskan nafasnya diatas salib. Peristiwa kematian ini disusul dengan peristiwa terbelahnya tirai Bait Allah (Mat 27:51; Mrk 15:38). Pengakuan yang jujur dari Prajurit yang menyaksikan akan kematian Yesus, mengatakan : “sungguh, orang ini adalah orang benar!” (Luk 23:47, Mrk 15:39) Lukas menceritakan reaksi orang banyak dengan memukul-mukul diri mereka setelah tahu kematianNya (Luk 23:48). Kemudian terjadi peristiwa alam seperti gempa bumi, bukit-bukit batu terbelah, dan kuburan-kuburan terbuka dan kebangkitan orang mati (Mat 27:52,53)
Ketiga penulis memiliki berita yang yang sama tentang peranan Yusuf Arimatea dalam menghadap Pilatus untuk meminta mayat Yesus (Mat 27:57,58; Mrk 15:42,43; Luk 23:50,51), reaksi Pilatus, “heran” terhadap kematian Yesus (Mrk 15:44). Kemudian Yusuf Arimatea membeli kain Lenan untuk membungkus mayat Yesus (Mrk 15:45,46). Kesaksian tentang keberadaan kain ini dapat dikemukakan sbb:
Pada tahun 1973 Prof. Gilbert Raes dari Universitas Gent di Belgium telah membuat penyelidikan tekstil sepotong dari kafan. Prof, Raes membuktikan bahwa benang dari kain kafan dipintal dengan tangan. Pada akhir abad 11 di Eropa barat sudah memakai roda pemintal, sehingga penyelidikan dari British musium tidak cocok. Prof. Raes masih menyimpan sepotong dari dari kain kafan itu. Potongan itu dikirim ke Universitas California(Amirika Serikat) untuk diselidiki dengan test Carbon-14. Hasilnya bahwa kain kafan itu dibuat lebih kurang 200 tahun sebelum Yesus lahir. Yusuf dari Arimatea yang sudah mempunyai kuburan dekat kalvari, mungkin juga sudah mempunyai kain kafan yang mahal dan tua…40
Injil Sinoptis dan Yohanes mengungkapkan enam orang sekurang-kurangnya merawat tubuh Yesus untuk pemakaman-Nya, Ibunya sendiri,Yohanes, Maria Magdalena, Maria yang lain (Ibu Yakobus dan Yusuf), Yusuf dari Arimatea dan Nikodemus (Mat 27:57-61; Mrk 16:42-47; Luk 23:50-56; Yoh 19:38-42). Para murid Yesus yang sudah mendengar ajaran bahwa Yesus akan bangkit dari dari dalam kubur, lupa sama sekali sedangkan ahli-ahli agama ingat akan kebangkitan Yesus. Itulah sebabnya mereka minta agar kubur Yesus dijaga (Matius 27:62-6 )
Source : http://www.holyspiritministry.info